Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dorong Keberlanjutan Sektor Bangunan, Schneider Electric Kampanyekan Teknologi Berbasis Data

3 Selasa, 25 Agu 2026, 22:35 WIB | Oleh:

Business Vice President for Buildings Schneider Electric Indonesia, Reza Syarif, mengatakan bahwa efisiensi energi tidak sekadar mengurangi konsumsi listrik. Menurutnya, energi harus digunakan secara tepat tanpa mengorbankan keandalan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna.

Karena itu, pendekatan terhadap bangunan perlu dilakukan secara terintegrasi dan berbasis data, mulai dari memahami kondisi bangunan hingga mengoptimalkan sistem kelistrikan, otomasi, dan pengelolaan operasional.

“Melalui kampanye ‘Teknologi Cerdas untuk Bangunan yang Efisien’, Schneider Electric berkomitmen untuk mendorong terciptanya bangunan yang lebih efisien, resilient, sustainable, dan berorientasi pada manusia,” ujar Reza dalam konferensi pers kampanye tersebut di Jakarta baru-baru ini.

Salah satu solusi digital dan perangkat keras dari Schneider Electric adalah EcoStruxure Building Operation, platform Building Management System (BMS) yang memungkinkan pemantauan, pengendalian, dan optimalisasi berbagai sistem, termasuk HVAC, kelistrikan, pencahayaan, keamanan, dan energi. Platform ini menyediakan visibilitas real-time sehingga pengelola bangunan dapat mengambil keputusan secara lebih cepat berdasarkan data.

Schneider Electric juga menyediakan EcoStruxure Power Monitoring Expert (PME) untuk mengubah data energi menjadi tindakan operasional. Sistem tersebut memberikan informasi mengenai konsumsi energi dan kualitas daya secara real-time, sehingga pemborosan dapat lebih cepat diidentifikasi dan biaya operasional dapat dioptimalkan.

Untuk sektor perhotelan, Guest Rooms Management System (GRMS) memungkinkan pengelolaan pencahayaan, HVAC, tirai, dan perangkat kamar melalui sistem terpusat. Pengelolaan tersebut dapat disesuaikan dengan tingkat okupansi untuk membantu meningkatkan kenyamanan sekaligus efisiensi energi.

Perangkat Kelistrikan Dukung Efisiensi

Transformasi bangunan juga membutuhkan dukungan pada sisi infrastruktur kelistrikan. Schneider Electric menawarkan Smart Panel, yang mengintegrasikan distribusi, proteksi, kontrol, pemantauan, dan pengukuran energi dalam satu ekosistem terhubung.

Salah satu komponennya adalah MasterPacT MTZ Active, circuit breaker pintar yang menggabungkan perlindungan kelistrikan dengan pemantauan energi secara real-time. Ada pula TeSys Tera, solusi manajemen motor yang menggabungkan proteksi, pemantauan, dan kontrol untuk meningkatkan keandalan sekaligus mengurangi risiko waktu henti (downtime).

Schneider Electric juga menyediakan EasyLogic APF untuk menjaga kualitas daya listrik dengan mengurangi harmonisa dan mengompensasi daya reaktif. Perangkat ini membantu berbagai peralatan seperti trafo (transformer), HVAC, lift, pompa, UPS, dan sistem otomasi bangunan beroperasi secara lebih efisien dan andal.

Sementara Busduct/Busbar Trunking System dirancang sebagai sistem distribusi daya yang lebih fleksibel dan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan bangunan. Sistem tersebut juga mendukung integrasi distribusi daya, proteksi, konektivitas, dan pengukuran energi.

Untuk fasilitas kesehatan, Insulation Transformer (OT Panel) ditujukan bagi ruang kritis seperti ruang operasi, ICU, NICU, dan PICU. Sistem ini dirancang untuk mendukung keselamatan pasien dan kontinuitas pasokan listrik bagi peralatan medis kritis.

Selain itu, Altivar HVAC ATH600 membantu mengoptimalkan sistem HVAC dengan mengatur kecepatan motor sesuai kebutuhan beban secara real-time. Sementara Uninterruptible Power Supply (UPS) menyediakan pasokan listrik cadangan bagi sistem dan infrastruktur kritis untuk mengurangi risiko gangguan operasional.

SMC RS Telogorejo Jadi Contoh Implementasi

Facility Manager SMC RS Telogorejo, Rio Oktavianus, menjelaskan bahwa konsumsi listrik terbesar di rumah sakit berasal dari AC, yakni mencapai 40 hingga 50 persen dari total daya. Angka penggunaan ini terus meningkat sebelum rumah sakit mengadopsi solusi dari Schneider Electric.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
I League Cup, Hadapi PSMS M...
Nasional
Pantau Angkutan Natal-Tahun...
Daerah
Penuhi Kebutuhan Publik, Ko...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.