Presiden Trump Optimistis Pembicaraan Damai AS-Iran Kian Dekat
📅 Rabu, 29 Jul 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiTEHERAN – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (27/7) menyatakan optimistis peluang tercapainya kesepakatan damai melalui jalur diplomasi dengan Iran semakin terbuka, seiring kedua negara menghentikan aksi saling serang selama tiga hari berturut-turut.
Dilansir dari AFP, jeda pertempuran dimulai sejak Jumat setelah 13 malam serangan udara AS terhadap Iran. Eskalasi itu dipicu memburuknya hubungan kedua negara menyusul kegagalan
Meski konflik sempat mengguncang stabilitas kawasan dan pasar energi global, Trump berharap proses diplomasi yang kembali dibuka dapat mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak akhir Februari.
"Saya memiliki banyak kesabaran... Kita lihat saja apa yang akan terjadi. Saya pikir ada peluang bagus bahwa sesuatu bisa terjadi," kata Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One.
Namun, pemerintah Iran membantah sedang melakukan perundingan langsung dengan Washington.
Sebaiknya Anda baca juga:
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan para mediator memang masih menyampaikan pesan dari pihak AS mengenai perkembangan situasi di kawasan, tetapi Teheran belum terlibat dalam pembicaraan apa pun dengan Washington.
"Para mediator dapat menyampaikan pesan dari pihak Amerika kepada kami mengenai perkembangan terkini di kawasan tersebut. Namun saat ini, kami tidak terlibat dalam negosiasi apa pun dengan AS," ujar Baqaei.
Meski demikian, Trump tetap menegaskan bahwa Iran tengah menunjukkan sinyal untuk kembali berunding.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saat ini, mereka sedang berbicara kepada kami tentang membuat kesepakatan," kata Trump saat berpidato di Michigan.
Trump juga mengingatkan bahwa apabila upaya diplomasi kembali gagal, Washington siap melanjutkan operasi militernya.
"Jika ini tidak berhasil, kita akan kembali melakukan apa yang kita lakukan," ujarnya.
Presiden AS itu sekaligus membantah laporan bahwa persediaan amunisi negaranya mulai menipis setelah hampir lima bulan konflik berlangsung.
"Kami memiliki banyak amunisi. Kami juga memiliki banyak perlengkapan tingkat menengah, lebih dari yang bisa kami gunakan dalam situasi apa pun," katanya.
Serangan Drone
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!