Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Supercar Listrik China Mulai Menggila, Bos Lamborghini Justru Beri Pernyataan Mengejutkan

📅 Rabu, 26 Agu 2026, 07:47 WIB | Oleh:
Supercar Listrik China Mulai Menggila, Bos Lamborghini Justru Beri Pernyataan Mengejutkan Doc: Antara foto
Ket. Mobil sport listrik Yangwang U9 dipamerkan pada sirkuit segala medan BYD di Zhengzhou, China, Rabu (14/1).

JAKARTA - CEO Lamborghini Stephan Winkelmann menyatakan tidak khawatir dengan semakin banyaknya mobil performa tinggi dua pintu yang bermunculan dari China, menurutnya, mobil-mobil tersebut tidak mampu menandingi sensasi emosional yang ditawarkan model-model Lamborghini.

Selama sekitar satu dekade terakhir, merek-merek mobil China lebih banyak berfokus pada model untuk pasar massal. Namun, beberapa di antaranya mulai memperluas jajaran produknya dengan menghadirkan mobil sport dan supercar berperforma tinggi.

Kendaraan tersebut umumnya mengandalkan motor listrik berukuran kompak dan baterai berkapasitas besar, lapor laman Carscoops, Selasa (25/8) waktu setempat.

YangWang U9 menjadi salah satu yang pertama. Mobil tersebut mencetak rekor kecepatan tertinggi baru untuk mobil produksi pada akhir tahun lalu. Baru-baru ini, Denza juga memperkenalkan Z bermotor tiga yang menghasilkan tenaga 1.582 hp dan dibanderol lebih murah dibandingkan Porsche 911 Carrera 4 GTS.

“Kami tidak melihat ini sebagai ancaman... karena mereka membuat mobil listrik," kata Winkelmann.

“Jika kami mengatakan bahwa kami tidak membuat mobil listrik karena suatu alasan, maka ada juga gagasan di balik cara kami memandang para pesaing kami dari China atau produsen China,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa merek-merek China tidak dapat bersaing dalam hal “performa mobil kami, suara, dan emosi.”

Sebagian pihak mungkin berpendapat bahwa Winkelmann seharusnya memperhatikan performa yang ditawarkan para pendatang baru dari China. Namun, ia memang memiliki alasan kuat ketika berbicara mengenai suara dan emosi yang dihasilkan model-model Lamborghini.

Secepat apa pun sebuah mobil listrik, kendaraan tersebut akan selalu kesulitan menyamai sensasi yang diberikan supercar dengan mesin pembakaran internal yang menghasilkan suara khas dan membangkitkan emosi.

Supercar V8 baru

Sejumlah merek China tampaknya memahami hal tersebut. Selama beberapa tahun terakhir, Great Wall Motors (GWM) mengembangkan supercar bermesin tengah miliknya sendiri dan mobil tersebut tidak akan sepenuhnya menggunakan tenaga listrik.

Sebaliknya, model baru GWM akan menggunakan mesin V8 4,0 liter twin-turbocharged plug-in hybrid (PHEV) yang telah diperkenalkan oleh merek tersebut tahun lalu.

Mobil tersebut juga akan menggunakan struktur monocoque berbahan serat karbon yang ringan. GWM sebelumnya mengatakan model tersebut akan diarahkan langsung untuk bersaing dengan Ferrari SF90 Stradale.

Masih harus dilihat apakah merek-merek China seperti GWM mampu membuat supercar bermesin pembakaran sebaik kemampuan mereka dalam membangun mobil listrik berperforma tinggi. Namun, seiring berjalannya waktu, Lamborghini mungkin akan dipaksa untuk mulai memperhatikan mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
Olahraga
Gunawan Membuka Duel Piala ...
Advertisement
Kisah Si Doel Bukan Hanya soal Jakarta, Tapi Tentang Bagaimana Masyarakat Betawi Tetap Miliki Tempat

Kisah Si Doel Bukan Hanya soal Jakarta, Tapi Tentang Bagaimana Masyarakat Betawi Tetap Miliki Tempat

17 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.