Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perubahan Iklim Juga Melahirkan Hama Baru, Coba Diantisipasi  

30 Kamis, 23 Jul 2026, 12:15 WIB | Oleh:
Perubahan Iklim Juga Melahirkan Hama Baru, Coba Diantisipasi   Perubahan Iklim Juga Melahirkan Hama Baru, Coba Diantisipasi   Doc: ist
Ket. cegah hama

DENPASAR – Perubahan iklim juga banyak melahirkan hama. Ini akan diantisipasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Bali dengan memperkuat infrastruktur dan mitigasi hama.

Kepala Distanpangan Bali I Wayan Sunada di Denpasar, Kamis, mengatakan perubahan pola curah hujan, musim kemarau yang lebih panjang, hingga potensi kekeringan menjadi faktor yang perlu diantisipasi agar produksi pertanian tetap terjaga.

"Perubahan iklim merupakan tantangan yang harus dihadapi bersama, oleh karena itu, Distanpangan Bali terus melakukan berbagai upaya adaptasi dan mitigasi agar produktivitas pertanian tetap terjaga, sehingga ketahanan pangan masyarakat Bali tetap aman," kata dia.

Dari sisi infrastruktur, strateginya adalah meningkatkan infrastruktur sumber daya air, optimalisasi pemanfaatan irigasi, serta penguatan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) secara ramah lingkungan.

Distanpangan Bali memperoleh dukungan dari Pemerintah Pusat, khususnya langsung dari Kementerian Pertanian dan Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Mataram, yang wilayah kerjanya mencakup Bali, NTB, NTT, Maluku, dan Maluku Utara, dalam bentuk pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pengairan.

Pada tahun 2026, total sebanyak 199 unit saluran irigasi diperbaiki untuk meningkatkan distribusi air menuju lahan pertanian.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan 24 unit irigasi perpompaan, pembangunan irigasi perpipaan, serta 20 unit bangunan konservasi air yang bertujuan meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya air, terutama pada wilayah yang memiliki keterbatasan ketersediaan air saat musim kemarau.

Sunada menyebut berdasarkan hasil identifikasi, terdapat 244 subak di Provinsi Bali yang berpotensi terdampak kondisi iklim ekstrem.

Beberapa wilayah yang menjadi perhatian Pemprov Bali adalah Kabupaten Jembrana dengan potensi lahan terdampak seluas 44 hektare, Kabupaten Karangasem 17 hektare, dan Kabupaten Buleleng 1 hektare.

“Kondisi tersebut menjadi dasar dalam penyusunan langkah-langkah mitigasi yang dilakukan secara terintegrasi bersama pemerintah kabupaten/kota, pekaseh subak, serta para penyuluh pertanian,” ujarnya.

Selain penguatan infrastruktur, Distanpangan Bali juga meningkatkan upaya mitigasi hama dan penyakit tanaman melalui pemanfaatan Agens Pengendali Hayati (APH) yang ramah lingkungan.

Provinsi Bali mendapat bantuan APH dari Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura serta Perkebunan (BPTPHBUN) tahun ini, meliputi 1.132 kilogram APH padat serta 7.300 liter APH cair, yang terdiri atas 5.500 liter dan tambahan 1.800 liter.

Pemanfaatan APH diharapkan mampu menekan perkembangan organisme pengganggu tumbuhan tanpa memberikan dampak negatif terhadap lingkungan maupun keseimbangan ekosistem pertanian.

Kesiapsiagaan dalam menghadapi perubahan iklim memasuki kemarau ini juga didukung dengan dukungan pompa air sebanyak 20 unit.

Sunada menambahkan bahwa adaptasi terhadap perubahan iklim tidak dapat hanya dilakukan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui penguatan kapasitas petani dalam menerapkan budidaya yang adaptif terhadap perubahan cuaca, penggunaan varietas yang sesuai, efisiensi penggunaan air, serta penerapan pertanian ramah lingkungan.

"Kami terus mendorong sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani agar mampu menghadapi tantangan perubahan iklim secara bersama-sama, dengan langkah mitigasi yang komprehensif, kami optimistis produksi pertanian Bali tetap terjaga sehingga mampu mendukung ketahanan pangan daerah," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Rakornas penanganan karhutla bersama BPGMN

34 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Rakornas penanganan karhutl...
Ekonomi
Di Kuartal III, GoTo Kembal...

Aksi Kamisan ke-931 di Jakarta

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Aksi Kamisan ke-931 di Jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KPK Ungkap Negara Rugi Triliunan Rupiah akibat Kasus Cukai PT Djarum

KPK Ungkap Negara Rugi Triliunan Rupiah akibat Kasus Cukai PT Djarum

30 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.