Alexandra Eala Pilih Asian Games, Asosiasi Tenis Filipina Ajukan Permohonan Khusus ke WTA
📅 Kamis, 17 Sep 2026, 00:30 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraNAGOYA — Asosiasi Tenis Filipina (PHILTA) secara resmi mengajukan permohonan kepada Women's Tennis Association (WTA) agar Alexandra Eala mendapat pengecualian untuk melewatkan China Open demi membela Filipina di Asian Games 2026.
Eala, yang kini menempati peringkat 18 dunia, memilih tampil di Asian Games Aichi-Nagoya meski turnamen tersebut berbenturan dengan China Open, turnamen WTA 1000 yang berstatus wajib bagi pemain yang memenuhi kualifikasi. China Open dijadwalkan berlangsung di Beijing mulai 30 September.
Asian Games berlangsung pada tanggal 19 September hingga 4 Oktober, sementara cabang tenis digelar pada 27 September sampai 3 Oktober di Nagoya. Benturan jadwal membuat Eala harus menentukan prioritas antara turnamen WTA dan tugas membela negaranya.
PHILTA kini meminta WTA memberikan pengecualian agar Eala tidak dikenai sanksi karena absen dari China Open.
“Kami telah secara resmi mengajukan permohonan pengecualian dan menghormati proses yang dilakukan WTA. Pada saat yang sama, Alex telah mengambil keputusan untuk mewakili Filipina di Asian Games dan kami sepenuhnya mendukungnya,” kata Sekretaris Jenderal PHILTA John Rey Tiangco dalam pernyataan kepada media, Selasa.
Aturan WTA mewajibkan pemain tertentu mengikuti turnamen WTA 1000 yang berstatus mandatory. Ketidakhadiran tanpa pengecualian resmi dapat berujung pada penalti peringkat dan denda.
PHILTA belum menerima keputusan akhir WTA terkait permohonan tersebut. Namun, federasi tenis Filipina memastikan Eala tetap akan tampil di Asian Games, terlepas dari hasil pengajuan pengecualian. “Alex pasti akan bermain di Asian Games, apa pun keputusan WTA,” kata Direktur Eksekutif PHILTA Tonette Mendoza.
Presiden Komite Olimpiade Filipina Abraham Tolentino juga menegaskan dukungannya terhadap keputusan Eala.
“WTA memiliki aturan dan pelanggaran terhadap aturan tentu memiliki konsekuensi. Tetapi Alex akan berada di Nagoya, untuk bendera dan negaranya,” kata Tolentino.
Eala menjadi salah satu pemain paling menonjol di tenis putri Asia. Petenis berusia 21 tahun itu merupakan pemain dengan peringkat tertinggi di nomor tunggal putri Asian Games 2026.
Dalam perjalanan kariernya, Eala juga mulai mencuri perhatian di level WTA setelah meraih kemenangan atas sejumlah nama besar, termasuk Iga Swiatek dan Coco Gauff. Posisinya di peringkat 18 dunia menjadi peringkat tertinggi yang pernah dicapai petenis Filipina.
Kasus Janice Tjen
Situasi Eala juga menjadi sorotan setelah petenis Indonesia, Janice Tjen, memilih mundur dari Asian Games karena tidak mendapatkan pengecualian untuk melewatkan China Open.
Janice Tjen sebelumnya mengajukan permohonan serupa kepada WTA. Setelah permintaannya tidak dikabulkan, ia memutuskan tidak tampil di Asian Games dan memilih mengikuti China Open.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!