Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Usaha Terbaik Saat Ini Tekuni Makanan dan Minuman

28 Kamis, 17 Sep 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Usaha Terbaik Saat Ini Tekuni Makanan dan Minuman Usaha Terbaik Saat Ini Tekuni Makanan dan Minuman Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
Ket. Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah dalam perhelatan JITEX 2026 di Jakarta, Rabu (16/9).

JAKARTA – Terjun menekuni usaha sektor makanan dan minuman atau Food and Beverage (F&B) menjadi bisnis terbaik saat ini. “Maka, ini perlu mendapat perhatian serius, khususnya dari pemerintah agar semakin banyak yang menekuni,” ujar Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah, di Jakarta, Rabu.

Dia memandang serius bisnis F&B di Indonesia. Makanya, dia coba memikirkan kolaborasi dengan Kemenko Pangan dan ekosistemnya untuk membuat forum-forum yang bersifat mengundang investasi. Harapannya Indonesia bisa ekspor pangan dan minuman. Budihardjo di sela perhelatan Jakarta International Investment, Trade, Tourism, and SMEs Expo (JITEX) 2026, menambahkan, sebagai langkah awal, diinisiasi perhelatan Asia Food & Ecosystem Summit di sela perhelatan JITEX 2026 ini.

“Kami menginisiasi forum Asia Food & Ecosystem Summit karena melihat dari segi ritel saat ini pertumbuhan tertinggi adalah F&B,” jelasanya. Jadi memang bisnis yang terbaik saat ini adalah F&B. Ini akan coba dipertajam. Budihardjo pun minta dukungan Pemerintah Pusat dan daerah terhadap upaya-upaya yang mendatangkan investasi untuk mendorong ekspor. Salah satunya dimulai dari forum-forum Asia Food & Ecosystem Summit.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan. Dari segi lapangan usaha, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,14 persen. Sedangkan konsumsi pemerintah meningkat 21,81 persen.

Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jakarta, Diana Dewi, merujuk data BPS Jakarta, menyebutkan sejumlah sektor yang masih melesat meliputi penyediaan akomodasi dan makan minum serta pariwisata. Mereka tumbuh sebesar 9,52 hingga 10,84 persen secara tahunan pada Triwulan I dan II 2026.

Di tempat lain, Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan perekonomian Jakarta tumbuh baik. Salah satunya tecermin dari peningkatan realisasi investasi. Kata Pramono, dulu tahun 2021 investasi Rp103 triliun. Dalam dua tahun ini, Jakarta tumbuh 162 persen. Tahun lalu, investasi Jakarta Rp270 triliun. Bahkan di triwulan kedua tahun ini, investasi Rp173 triliun.

“Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi Jakarta tumbuh dengan baik karena aman, nyaman dan kredibel,” ujar Pramono. Tapi, Gubernur perlu diingatkan, kejahatan jalanan terjadi tiap hari, bahkan masuk ke dalam gang-gang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Lippo Village Tangerang Digeruduk Warga Menuntut Transparansi

Lippo Village Tangerang Digeruduk Warga Menuntut Transparansi

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.