Disdikpora Cianjur Prioritaskan Pendidikan Karakter dan Perbaikan 282 Ruang Kelas
📅 Kamis, 17 Sep 2026, 02:40 WIB | Oleh: AlfredCIANJUR - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur memprioritaskan penguatan pendidikan karakter, pencegahan kekerasan, serta perbaikan sarana sekolah hingga akhir tahun 2026.
Kepala Bidang SMP Disdikpora Cianjur Ipan Sopandi di Cianjur, Rabu, mengatakan program prioritas lainnya hingga akhir 2026 termasuk perbaikan sarana dan prasarana pendidikan terutama ruang kelas dengan kategori rusak berat.
Pendidikan karakter dan upaya pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan ditingkatkan secara konsisten di setiap satuan pendidikan agar tercipta lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
"Khusus bidang SMP tengah menjalankan sejumlah program yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan pemerintah pusat, diantaranya pembelajaran mendalam, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), pembelajaran koding, dan digitalisasi pendidikan," katanya, Rabu (16/9).
Pendidikan karakter tingkat SMP mencakup penanaman lima nilai utama Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) serta pengembangan dari nilai moral dasar yang disesuaikan dengan masa perkembangan remaja.
Sebanyak lima nilai utama, seperti religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan berintegritas, diterapkan dalam pendidikan karakter bagi pelajar, sehingga mereka tidak terlibat dalam berbagai kegiatan yang dapat merugikan dirinya dan orang lain.
Program prioritas lainnya termasuk penuntasan fisik bangunan menjadi perhatian karena masih terdapat sekolah yang membutuhkan rehabilitasi maupun pembangunan ruang kelas baru, dengan skala prioritas sekolah yang rusak berat dan sangat membutuhkan.
"Kami mendata masih kekurangan sekitar 282 ruang kelas untuk menampung siswa SMP di sejumlah kecamatan, terutama sekolah swasta dan rehabilitasi untuk sekolah negeri," katanya.
Ia mengakui masih terdapat kekurangan ratusan ruang kelas guna memberikan kenyamanan siswa saat menjalani proses belajar mengajar. Sebagian besar yang mengalami kekurangan kelas merupakan SMP swasta.
“Persoalan SMP yang masih mendesak, kalau permasalahan banyak sebetulnya di bidang pendidikan. Terutama penuntasan sarana prasarana, masih banyak sekolah yang harus direhabilitasi dan masih banyak sekolah yang perlu dibantu ruang kelas baru,” katanya.
Untuk program yang telah berjalan, Ipan menyebut pelatihan digitalisasi pendidikan saat ini masih berlangsung.
Selain itu, progres pembangunan sarana pendidikan yang bersumber dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah juga terus dipantau.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!