Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Wayang Tak Boleh Punah! Disbudpar Buleleng Siapkan Lomba untuk Cetak Seniman Muda

1 Kamis, 17 Sep 2026, 00:18 WIB | Oleh:
Wayang Tak Boleh Punah! Disbudpar Buleleng Siapkan Lomba untuk Cetak Seniman Muda Wayang Tak Boleh Punah! Disbudpar Buleleng Siapkan Lomba untuk Cetak Seniman Muda Doc: Antara foto/HO-Diskominfosanti Buleleng
Ket. Dua peserta lomba pembuatan wayang dan prasi atau seni lukis di atas daun lontar saat berkreasi pada perlombaan yang digelar di Wantilan Sasana Budaya dan lingkungan Museum Gedong Kirtya, Rabu (16/9).

BULELENG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng menggelar lomba pembuatan wayang dan prasi atau seni lukis di atas daun lontar untuk mendorong regenerasi seniman sekaligus meningkatkan minat generasi muda terhadap warisan budaya Bali.

“Kegiatan tahun ini dilaksanakan lebih sederhana. Tahun lalu terdapat empat hingga lima cabang lomba, sedangkan sekarang kami fokus pada dua lomba, yaitu membuat wayang dan prasi,” kata Kepala Disbudpar Kabupaten Buleleng I Nyoman Wisandika saat ditemui di Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, Rabu.

Lomba yang menjadi bagian dari kegiatan berbasis tradisi dan budaya masyarakat Bali tersebut berlangsung di Wantilan Sasana Budaya dan lingkungan Museum Gedong Kirtya. Ajang tahunan itu diikuti pemuda dan pemudi perwakilan sembilan kecamatan di Kabupaten Buleleng dengan rentang usia 15 hingga 25 tahun. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, termasuk pelajar tingkat sekolah menengah.

Wisandika menjelaskan lomba pembuatan wayang tahun ini mengangkat tokoh Sahadewa. Pemilihan tokoh tersebut menjadi bagian terakhir dari rangkaian tokoh Pandawa yang telah dijadikan tema perlombaan secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir.

“Wayang ini merupakan episode terakhir. Sebelumnya sudah ada Yudhistira, Bima, Arjuna, dan Nakula. Sekarang Sahadewa menjadi bagian terakhir dari rangkaian lomba membuat wayang,” ujarnya.

Sementara itu, kategori perasi atau seni menulis dan menggambar cerita di atas daun lontar mengangkat tema Sutasoma. Peserta pada kedua kategori diberikan waktu selama lima jam untuk menyelesaikan karya masing-masing. Hasil penilaian dan pemenang lomba dijadwalkan diumumkan pada sore hari.

Menurut Wisandika, regenerasi seniman pembuat wayang dan perasi masih menghadapi tantangan karena jumlah generasi muda yang menekuni kedua bidang tersebut relatif terbatas. Tantangan itu lebih terasa pada seni perasi karena proses pembuatannya membutuhkan keterampilan menulis sekaligus menggambar rangkaian cerita pada media daun lontar.

“Salah satu persoalan yang dihadapi memang regenerasi. Perasi merupakan cerita bergambar di atas lontar dan regenerasinya cukup sulit. Demikian pula dengan pembuatan wayang,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Disbudpar Buleleng menjadikan kompetisi tersebut sebagai salah satu langkah untuk memperkenalkan, melindungi, dan melestarikan kesenian tradisional kepada generasi muda.

Wisandika berharap kegiatan itu tidak berhenti sebagai ajang perlombaan, tetapi dilanjutkan melalui program pembinaan secara berkelanjutan di masing-masing kecamatan.

"Kita mengetahui peminat dari kalangan generasi muda untuk membuat wayang dan perasi masih sangat sedikit. Oleh karena itu, sebagai instansi yang membidangi kebudayaan, kami harus terus melakukan perlindungan dan pelestarian,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Akhirnya Kemenangan Itu Datang Juga bagi PSIM Yogyakata

15 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Akhirnya Kemenangan Itu Dat...

Gulung Isenmulang, Persib Hanya Terpaut 2 Poin dari Puncak

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gulung Isenmulang, Persib H...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.