Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Punya Pesawat? Sekarang Sudah Ada Laundry, Jadi tak Perlu Membersihkan Sendiri

📅 Rabu, 16 Sep 2026, 13:10 WIB | Oleh:
Punya Pesawat? Sekarang Sudah Ada Laundry, Jadi tak Perlu Membersihkan Sendiri Doc: ant
Ket. Kena abu perlu segera di-laundry

JAKARTA – Rakyat Indonesia yang mempunyai pesawat, sekarang tidak usah repot-repot mencuci sendiri. Kalau kotor tinggal dibawa saja ke laundry alias tempat cuci pesawat. Sebab sekarang anak perusahaan Garuda Indonesia, PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS). bekerja sama untuk bisnis membersihkan pesawat dengan Jet Pribadi Asia untuk mendukung kebutuhan kebersihan dan kesiapan pesawat.

Direktur Utama GDPS, Cornelis Radjawane,  di Tangerang, Rabu, menjelaskan, kebersihan dan kesiapan pesawat sebelum digunakan merupakan hal penting yang perlu dilakukan tenaga profesional. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang aviasi dan memiliki tenaga ahli, ia mengatakan GDPS berkomitmen memberikan layanan terbaik sesuai dengan standar skala internasional.

Selain itu, lanjutnya, kerja sama tersebut menjadi langkah perusahaan GDPS dalam memperluas portofolio bisnis di industri aviasi. Pasalnya kebutuhan terhadap layanan pendukung yang memiliki standar kerja dan kompetensi khusus menjadi salah satu peluang yang terus dikembangkan perusahaan.

“Industri private aviation memiliki karakteristik dan kebutuhan layanan yang berbeda. Karena itu, kami berupaya memastikan layanan yang diberikan tidak hanya memenuhi kebutuhan operasional, tetapi juga memperhatikan standar kualitas dan pelayanan,” ujar Cornelis.

Ia menambahkan, kerja sama itu juga menjadi kesempatan bagi GDPS untuk memperluas pengalaman dan kapabilitas perusahaan di luar layanan yang selama ini diberikan pada sektor aviasi komersial.

“Kami melihat masih banyak ruang untuk mengembangkan layanan pendukung di industri aviasi. Ke depan, kami akan terus mengeksplorasi kebutuhan tersebut dengan tetap mengedepankan kualitas sumber daya manusia dan standar layanan,” katanya.

Sementara itu, ia mengatakan GDPS mencatat pertumbuhan jumlah tenaga kerja yang signifikan. Hingga 2025, perusahaan mengelola lebih dari 6.900 tenaga kerja yang tersebar di 93 kota dengan total 139 proyek aktif. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan manpower sebesar 44 persen dalam beberapa tahun terakhir.

Perusahaan mencatat pendapatan sebesar Rp323,4 miliar pada 2023, meningkat menjadi Rp397,1 miliar pada 2024, dan mencapai Rp494,9 miliar pada 2025. Pada 2026, GDPS menargetkan pendapatan dapat melampaui Rp500 miliar melalui penguatan operational excellence serta ekspansi pasar global.

GDPS juga terus memperluas kemitraan strategis dengan berbagai perusahaan nasional dan internasional. Salah satunya melalui kerja sama dengan PT Aneka Petroindo Raya dalam penyediaan lebih dari 700 tenaga kerja di berbagai wilayah Indonesia serta pengembangan layanan outsourcing manajemen di sektor kebandarudaraan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Trump Desak Putin dan Zelen...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.