Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Petugas Palang Pintu di Garut Babak Belur Dihajar, KDM Murka dan Ambil Tindakan Tegas Ini!

📅 Kamis, 16 Jul 2026, 01:20 WIB | Oleh:
Petugas Palang Pintu di Garut Babak Belur Dihajar, KDM Murka dan Ambil Tindakan Tegas Ini! Doc: ANTARA/HO PT KAI
Ket. Pertemuan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan penjaga perlintasan kereta di Garut yang jadi korban pemukulan.

BANDUNG - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menyampaikan apresiasi tinggi atas perhatian mendalam Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) terhadap kasus pengeroyokan yang menimpa petugas penjaga perlintasan sebidang di Leuwigoong, Kabupaten Garut, Rabu (15/7).

Insiden kekerasan yang terjadi saat petugas tengah mengamankan jalur perlintasan demi keselamatan KA Serayu tersebut kini tengah diusut tuntas oleh aparat kepolisian guna menjamin perlindungan hukum bagi pekerja transportasi di garda terdepan.

Atensi langsung dari orang nomor satu di Jawa Barat tersebut direspons PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 2 Bandung, sebagai dukungan moral dan suntikan semangat bagi para petugas di garda terdepan.

"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur Jawa Barat beserta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah memberikan perhatian dan atensi penuh terhadap peristiwa pengeroyokan yang dialami petugas perlintasan di Leuwigoong," ujar Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo di Bandung, Rabu.

Kuswardojo mengungkapkan, keterlibatan aktif Pemprov Jabar menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi pekerja transportasi publik yang tengah menjalankan tugas negara demi keselamatan masyarakat di perlintasan sebidang KM 210+8 petak jalan Karangsari-Cibatu tersebut.

Sejalan dengan respons cepat pemerintah daerah, KAI Daop 2 Bandung menyatakan dukungan penuh terhadap pergerakan taktis aparat kepolisian dari Polsek Leuwigoong dan Polres Garut yang kini tengah memburu dan memproses hukum para pelaku penyerangan.

"Kami mendukung sepenuhnya kinerja Polsek Leuwigoong dan Polres Garut dalam melakukan penangkapan serta proses hukum terhadap para pelaku. Kami berharap penegakan hukum dapat berjalan dengan baik sehingga memberikan rasa keadilan bagi petugas serta menjadi efek jera agar kejadian serupa tidak kembali terjadi," ujar Kuswardojo.

KAI Daop 2 Bandung berharap insiden kekerasan ini menjadi momentum evaluasi dan pembelajaran keras bagi publik untuk lebih menghormati hukum serta menghargai dedikasi para penjaga palang pintu kereta api.

Sesuai undang-undang, pengguna jalan raya mutlak wajib mendahulukan perjalanan kereta api saat sinyal sudah berbunyi.

"Hormati petugas yang sedang menjalankan tugas, patuhi seluruh aturan di perlintasan sebidang, dan selalu dahulukan perjalanan kereta api. Keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya menjadi tanggung jawab KAI ataupun petugas, melainkan merupakan tanggung jawab kita bersama. Masyarakat dan pemerintah setempat turut ikut andil," katanya menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Jakarta Kuatkan Diri sebaga...

Ekosistem Judol Harus Diputus Total

32 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Ekosistem Judol Harus Diput...

Pemerintah Perlu Jaga Kepercayaan Pasar

32 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Pemerintah Perlu Jaga Keper...
Luar Negeri
Peneliti AS-Inggris Ungkap ...
Luar Negeri
Prancis Integrasikan Rudal ...

Bukan F-35, Pilot Elite TOPGUN Ungkap Jet Tempur Favoritnya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Bukan F-35, Pilot Elite TOP...
Luar Negeri
Eropa Bersatu Siapkan Pembu...
Viral! Petisi Keluarkan Argentina dari Piala Dunia Capai 10 Juta Tanda Tangan

Viral! Petisi Keluarkan Argentina dari Piala Dunia Capai 10 Juta Tanda Tangan

15 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.