Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Meratapi Kegagalan, Skuad Garuda Harus Bangun Hadapi Piala Asia

📅 Minggu, 09 Agu 2026, 00:48 WIB | Oleh:
Jangan Meratapi Kegagalan, Skuad Garuda Harus Bangun Hadapi Piala Asia Doc: Antara foto
Ket. ARSIP - Pelatih Timnas Indonesia Jhon Herdman memberikan arahan kepada anak didiknya saat melawan Timnas Vietnam pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8).

JAKARTA - Kegagalan tim nasional Indonesia dalam Piala AFF 2026 merupakan ujian membangun skuad menghadapi Piala Asia 2027, demikian disampaikan pengamat sepak bola nasional Anton Sanjoyo.

"Sejak John Herdman menangani tim pada Januari 2026, saya selalu menekankan bahwa tolok ukur utama adalah Piala Asia, bukan Piala AFF," kata Anton Sanjoyo dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.

Indonesia gagal melaju ke babak semifinal Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Singapura di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat (7/8). Kegagalan menembus pertahanan Singapura menunjukkan pemain pelapis belum cukup tangguh bersaing, bahkan di tingkat ASEAN.

Anton berharap suporter Timnas Indonesia menempatkan kegagalan itu dalam perspektif yang lebih luas. 

Menurutnya, level elite Asia merupakan medan tempur yang sangat berbeda dibanding AFF. Menghadapi Jepang, Korea Selatan, atau Australia, skuad Garuda perlu meningkatkan kualitas teknik pemain dan strategi tim yang jauh di atas standard dalam laga AFF.

Mantan jurnalis peliput sepak bola itu merekomendasikan beberapa langkah krusial bagi John Herdman dan PSSI, di antaranya pelatih Jhon Hermand tidak boleh dipecat.

"Proses itu masih berjalan, dan pergantian pelatih hanya akan merusak fondasi yang sedang dibangun," katanya.

Menurutnya, Herdman harus bekerja lebih keras dan tidak boleh bersantai. Pelatih asal Inggris itu perlu meracik ulang strategi yang paling pas dengan sumber daya pemain yang ada.

Skema seperti 3-4-3, menurutnya, harus dievaluasi ulang jika kualitas bek tengah yang tersedia tidak memenuhi syarat, lanjutnya.

Selain itu, Herdman wajib meningkatkan komunikasi dengan para pelatih di Liga Super dan Divisi Satu. Mereka adalah sumber informasi terbaik mengenai kualitas pemain lokal.

"Herdman dibayar mahal untuk membawa timnas bersaing di level elite Asia. Waktu menuju Piala Asia semakin sempit. Sekarang saatnya bagi Herdman untuk membuktikan kapasitasnya dalam meramu strategi dan memaksimalkan potensi pemain Indonesia," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
Daerah
Bromo Ditutup Total: Kebaka...
'Bisa Meninggal Kapan Saja', Media Israel Klaim Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Kritis dan Dirawat di Rumah Sakit

'Bisa Meninggal Kapan Saja', Media Israel Klaim Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Kritis dan Dirawat di Rumah Sakit

09 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.