Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Kemandirian Pangan, Distan Lebak Ajak Warga untuk Manfaatkan Lahan Tidur

📅 Minggu, 09 Agu 2026, 01:02 WIB | Oleh:
Perkuat Kemandirian Pangan, Distan Lebak Ajak Warga untuk Manfaatkan Lahan Tidur Doc: Antara foto
Ket. Areal lahan tidur di Kabupaten Lebak, Banten dimanfaatkan masyarakat untuk ditanami pertanian pisang sehingga menghasilkan produksi pangan dan ekonomi.

LEBAK - ‎Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak mengajak masyarakat agar memanfaatkan lahan tidur yang tidak produktif untuk memperkuat kemandirian pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

‎Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar di Lebak, Sabtu, mengatakan masyarakat dapat memanfaatkan lahan-lahan tidur untuk memperkuat kemandirian pangan dan peningkatan ekonomi. ‎Sebab, di wilayah Kabupaten Lebak cukup luas lahan tidur yang belum dimanfaatkan oleh pemiliknya.

‎Ia mengatakan lahan tidur itu dapat ditanami pertanian pangan, palawija, hortikultura, sehingga menghasilkan produksi pangan. pendapatan ekonomi dan bisa mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

‎Ia mencontohkan, pemanfaatan lahan tidur milik BUMN di Kecamatan Maja dengan dikembangkan pertanian jagung dipastikan dapat mendukung produksi pangan berkelanjutan juga pendapatan ekonomi.

‎Panen jagung dengan produktivitas rata-rata 5 ton per hektare dan jika ditampung Rp5.000 per kilogram sehingga menghasilkan uang Rp25 juta per hektare.

‎"Perguliran uang bisa mencapai miliaran rupiah jika panen 1.000 hektare dengan produktivitas 5 ton per hektare dengan harga Rp5.000 per kg," katanya menjelaskan.

‎Sementara itu, Hadi, seorang petani warga Kecamatan Maja Kabupaten Lebak mengatakan pihaknya mengembangkan budi daya tanaman jagung seluas 100 hektare untuk mendukung swasembada pangan dan pendapatan ekonomi.

Pengembangan budi daya tanaman jagung diperkirakan ratusan hektare petani di wilayahnya yang mengembangkan budi daya tanaman jagung itu .Pihaknya mengembangkan usaha pertanian jagung bisa dilakukan dua kali tanam dalam setahun di lahan milik perusahaan developer perumahan dengan sistem sewa .

‎Produksi jagung jenis jagung hibrida bisa dipanen dengan waktu 80-90 hari setelah tanam.

"Kami setiap panen menjual produksi jagung ke perusahaan peternakan juga terkadang ke pedagang pengecer," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
Daerah
Bromo Ditutup Total: Kebaka...
'Bisa Meninggal Kapan Saja', Media Israel Klaim Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Kritis dan Dirawat di Rumah Sakit

'Bisa Meninggal Kapan Saja', Media Israel Klaim Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Kritis dan Dirawat di Rumah Sakit

09 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.