Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Analis: Iran Pasang Permainan Panjang, Seret AS dalam Perang Tak Berkesudahan untuk Jatuhkan Trump dalam Pemilu Sela AS

📅 Minggu, 09 Agu 2026, 00:11 WIB | Oleh:
Analis: Iran Pasang Permainan Panjang, Seret AS dalam Perang Tak Berkesudahan untuk Jatuhkan Trump dalam Pemilu Sela AS Doc: Istimewa
Ket. Bagi sebagian warga Iran, melemahkan posisi politik Trump dipandang sebagai bentuk pembalasan yang tidak kalah penting dibanding kemenangan militer.

WASHINGTON DC - Iran disebut tengah menjalankan strategi jangka panjang yang bukan hanya berfokus pada konflik di medan perang, tetapi juga diarahkan untuk melemahkan posisi politik Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjelang pemilihan paruh waktu Kongres pada November mendatang.

Menurut Patrick Wintour, editor diplomatik The Guardian, Teheran diduga sengaja memperlambat proses negosiasi dengan Washington agar isu konflik Iran tetap membayangi pemerintahan Trump hingga hari pemungutan suara. Perhitungan itu diyakini dapat memperbesar tekanan politik terhadap Gedung Putih, terutama jika perang terus memicu kenaikan harga energi dan memperburuk persepsi publik terhadap kebijakan luar negeri Trump.

Di Iran sendiri, sentimen terhadap Trump semakin mengeras. Banyak kalangan masih menyimpan kemarahan atas keputusan Trump menarik Amerika Serikat keluar dari kesepakatan nuklir pada 2018, operasi yang menewaskan Komandan Pasukan Quds Qassem Soleimani, hingga konflik terbaru yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Bagi sebagian warga Iran, melemahkan posisi politik Trump dipandang sebagai bentuk pembalasan yang tidak kalah penting dibanding kemenangan militer.

Strategi tersebut mulai terlihat dari sikap pemerintah Iran yang mengubah jadwal pembicaraan dengan Amerika Serikat. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyebut pembahasan mengenai program nuklir baru akan memasuki tahap berikutnya dalam dua hingga empat bulan ke depan, jauh lebih lama dari rencana awal.

Sebelum memasuki pembahasan inti, Iran menuntut serangkaian prasyarat, mulai dari pencabutan sanksi ekonomi, penghentian blokade terhadap pelabuhan Iran, pencairan aset yang dibekukan, hingga jaminan bahwa Amerika Serikat tidak lagi mengambil tindakan agresif. Persyaratan itu diperkirakan membuat proses negosiasi berlangsung hingga melewati pemilu sela.

Apabila skenario tersebut berhasil, Trump akan menghadapi pemilih tanpa adanya terobosan berarti terkait program nuklir Iran, sementara biaya ekonomi dan politik akibat konflik terus membebani pemerintahannya.

Media-media Iran secara terbuka menyoroti turunnya tingkat kepuasan publik terhadap Trump. Mereka menilai perang yang berkepanjangan dan dampaknya terhadap ekonomi Amerika dapat menjadi faktor yang menguntungkan Partai Demokrat dalam pemilu sela.

Kantor berita Mehr, yang dikenal dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), bahkan menyebut Trump berada dalam situasi dilematis. Jika konflik diteruskan, tekanan politik dan ekonomi diperkirakan akan semakin besar. Namun jika memilih meredakan ketegangan, sebagian pendukungnya bisa menganggap langkah tersebut sebagai kemunduran dari janji kampanyenya.

Meski demikian, pandangan di dalam Iran tidak sepenuhnya seragam. Sebagian analis meyakini Iran sebaiknya menunggu hingga Trump kehilangan kekuatan politik setelah pemilu sela agar posisi tawar Teheran semakin kuat.

Namun kelompok lain justru mengingatkan bahwa Trump yang melemah bisa menjadi lebih sulit diajak berunding. Mereka khawatir presiden AS itu justru terdorong mengambil langkah yang lebih keras untuk menunjukkan ketegasan, termasuk membuka kemungkinan konfrontasi baru.

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian masih menyatakan dirinya tidak menginginkan perang berkepanjangan. Ia menegaskan nota kesepahaman yang telah disepakati sebelumnya tetap harus menjadi dasar bagi penyelesaian diplomatik.

Sebaliknya, kelompok garis keras menilai Amerika Serikat tidak pernah benar-benar memegang komitmennya. Mereka menolak membuka kembali Selat Hormuz sebagai jalur yang menguntungkan Washington, bahkan mendorong penggunaan kendali atas jalur strategis tersebut sebagai alat untuk menekan kehadiran militer Amerika di kawasan.

Perbedaan pandangan itu menunjukkan bahwa meski Iran tampak bersatu menghadapi Amerika Serikat, perdebatan mengenai tujuan akhir konflik masih terus berlangsung. Sementara itu, bagi banyak pengamat, arah hubungan Washington dan Teheran dalam beberapa bulan ke depan kemungkinan tidak hanya ditentukan di meja perundingan atau medan perang, tetapi juga oleh hasil pemilu paruh waktu di Amerika Serikat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
Luar Negeri
Asap Makin Parah! Raja Mala...
Advertisement
Kemenhub : Penyesuaian Fuel Surcharge Bukan Kenaikan Tarif Dasar Tiket Pesawat

Kemenhub : Penyesuaian Fuel Surcharge Bukan Kenaikan Tarif Dasar Tiket Pesawat

05 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.