Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wujudkan Kemandirian, Menlu Soroti Perlunya Perkuat Ketahahan Lewat Keamanan Pangan dan Energi

📅 Minggu, 09 Agu 2026, 00:42 WIB | Oleh:
Wujudkan Kemandirian, Menlu Soroti Perlunya Perkuat Ketahahan Lewat Keamanan Pangan dan Energi Doc: Antara foto
Ket. Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Sugiono berbicara saat merayakan Hari ASEAN ke-59 di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Sabtu (8/8).

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Sugiono menyoroti perlunya memperkuat ketahanan di kawasan Asia Tenggara melalui jaminan keamanan pangan dan energi.

"Membangun ketahanan sejati dalam keamanan pangan dan energi, ini berarti melindungi warga negara kita setiap kali krisis terjadi," kata Sugiono dalam sambutannya saat merayakan Hari ASEAN ke-59 di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Sabtu (8/8).

Menlu mengatakan bahwa para petani, pekerja, kaum muda, dan para pekerja migran yang bekerja jauh dari rumah tidak mengukur keberhasilan ASEAN berdasarkan jumlah perjanjian yang telah ditandatangani.

Tetapi, mereka mengukur keberhasilan ASEAN berdasarkan kemampuan para pemimpinnya dalam menyediakan makanan, akses terhadap pekerjaan yang layak, hidup aman, dan menatap masa depan dengan percaya diri.

Itu berarti bahwa ASEAN perlu membangun ketahanan sejati melalui jaminan keamanan pangan dan energi guna melindungi warga negaranya masing-masing setiap kali krisis terjadi.

Itu berarti bahwa para pemimpin ASEAN perlu membekali generasi muda dengan pendidikan, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk memimpin ASEAN ke babak selanjutnya.

Untuk mencapai target tersebut, ASEAN sendiri harus dilengkapi dengan institusi yang lebih kuat, kapasitas yang lebih besar, dan sumber daya yang memadai guna mewujudkan aspirasi Visi Komunitas ASEAN 2045.

"Tahun depan, ASEAN akan berusia 60 tahun. Kami terus percaya pada ASEAN karena ASEAN mewakili sesuatu yang semakin langka dan berharga di dunia saat ini," kata Menlu.

Di tengah banyak perbedaan, ASEAN memilih perdamaian daripada konflik, dialog daripada paksaan dan persatuan bahkan di antara pihak-pihak yang tidak selalu sepakat.

Menlu RI mendorong para pemimpin ASEAN untuk membuktikan kepada generasi mendatang bahwa mereka ASEAN bisa menjadi rumah yang lebih kuat, aman, dan ramah bagi semua.

Dia juga menambahkan bahwa di tengah gejolak global saat ini, ASEAN harus menegaskan peran yang telah dimainkan selama hampir enam dekade sebagai pembangun jembatan, melalui upayanya untuk meredakan ketegangan, menumbuhkan kepercayaan, dan menjaga dialog tetap hidup.

"Kekuatan terbesar kita terletak pada kemampuan kita untuk membawa negara-negara, besar dan kecil, dengan beragam kepentingan dan perspektif ke meja yang sama. Bukan untuk menghapus perbedaan, tetapi untuk mengelolanya melalui dialog dan saling menghormati," kata Sugiono.

Peran tersebut harus ditunjukkan dengan penuh kredibilitas melalui prinsip-prinsip saling menghormati, tidak campur tangan, dan penyelesaian sengketa secara damai.

"Prinsip-prinsip tersebut tetap menjadi kompas kita, yang diabadikan dalam Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama, yang kini merayakan ulang tahunnya ke-50," kata Sugiono.

Terakhir, Menlu RI juga menegaskan komitmen ASEAN untuk tidak menjadi arena persaingan kekuatan besar. "ASEAN tidak akan memihak siapa pun, karena kita akan selalu berpihak kepada rakyat, kesejahteraan mereka, keamanan mereka, dan masa depan mereka," demikian katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Nasional
DKP Rejang Lebong Awasi Pen...
Advertisement
Kebakaran Kawah Ijen Merambat ke Air Terjun Kalipait Bondowoso, Tim Rescue Panjat Manual ke Titik Api

Kebakaran Kawah Ijen Merambat ke Air Terjun Kalipait Bondowoso, Tim Rescue Panjat Manual ke Titik Api

05 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.