Iran Pamerkan Puing F-15E AS yang Berhasil Ditembak Jatuh, Nasib Sang Strike Eagle Berakhir Jadi Trofi
📅 Minggu, 09 Agu 2026, 00:07 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo STEHERAN - Iran kembali mengirim pesan keras kepada Amerika Serikat dan Israel.
Kali ini, Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC memamerkan sejumlah serpihan pesawat tempur dan drone yang diklaim berasal dari aset militer Amerika Serikat dan Israel. Yang paling mencuri perhatian adalah bagian-bagian yang diidentifikasi sebagai milik F-15E Strike Eagle Amerika.
Dari Defense Security Asia, serpihan tersebut dipamerkan di sebuah fasilitas bawah tanah milik Angkatan Aeroangkasa IRGC. Penampilan benda-benda itu bukan sekadar pameran trofi perang, tetapi juga menjadi bagian dari pesan strategis Teheran mengenai kemampuan pertahanan udaranya.
F-15E yang ditampilkan dikaitkan dengan pesawat milik Skadron Tempur ke-494 dari Sayap Tempur ke-48. Pesawat tersebut dilaporkan hilang pada 3 April 2026 ketika beroperasi di wilayah Iran.
Dua awak pesawat berhasil keluar dari pesawat dan akhirnya diselamatkan oleh pasukan Amerika. Namun, proses pencarian dan penyelamatan berlangsung rumit dan melibatkan sejumlah aset militer AS.
Menariknya, identitas serpihan itu sempat menjadi bahan perdebatan.
Pada awalnya, media Iran mengaitkannya dengan F-35. Namun, tanda pengenal yang terlihat pada puing—termasuk kode ekor dan ciri yang berhubungan dengan unit Angkatan Udara AS di Eropa—kemudian mengarah pada kesimpulan bahwa serpihan tersebut lebih mungkin berasal dari F-15E.
Perbedaan ini penting karena F-15E dan F-35 memiliki karakteristik serta nilai strategis yang berbeda.
F-15E Strike Eagle merupakan pesawat tempur serang dua awak yang dirancang untuk menjalankan berbagai misi, termasuk serangan terhadap sasaran darat. Kehilangan satu unit pesawat tersebut menjadi perhatian besar karena terjadi ketika operasi militer AS berlangsung di wilayah Iran.
Namun, Iran tidak hanya memamerkan serpihan F-15E.
Fasilitas bawah tanah itu juga dilaporkan menampilkan sejumlah komponen yang dikaitkan dengan drone Amerika dan Israel, termasuk Hermes 900 milik Israel serta komponen drone seri MQ.
Teheran menggunakan seluruh benda tersebut untuk membangun satu narasi besar: bahwa wilayah udara Iran tidak sepenuhnya berada di bawah kendali kekuatan udara Amerika dan Israel.
Meski demikian, tidak semua klaim Iran mengenai aset yang dipamerkan telah mendapatkan verifikasi independen. Misalnya, klaim mengenai jumlah drone tertentu yang berhasil dihancurkan masih belum dapat dipastikan sepenuhnya.
Karena itu, nilai utama dari pameran tersebut bukan hanya pada jumlah serpihan yang ditampilkan, tetapi pada pesan yang ingin disampaikan Iran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!