Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mahasiswa KKN Ini Kenalkan Pestisida Nabati Kepada Petani Blora

📅 Minggu, 09 Agu 2026, 00:51 WIB | Oleh:
Mahasiswa KKN Ini Kenalkan Pestisida Nabati Kepada Petani Blora Doc: Antara foto
Ket. Mahasiswa KKN IPB bersama masyarakat Desa Gempolrejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, berfoto bersama setelah pelaksanaan kegiatan sosialisasi terhadap petani.

BLORA - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor (IPB University) memperkenalkan pembuatan Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan pestisida nabati kepada petani di Desa Gempolrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sebagai upaya mendukung penguatan kesehatan tanah.

"Selain itu, PGPR dan pestisida nabati juga bertujuan untuk pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) berbasis organik," kata perwakilan mahasiswa KKN IPB Daffa, di Blora, Sabtu.

Ia mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan teknologi sederhana yang dapat diterapkan petani dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.

"Kami mencoba menghadirkan inovasi yang dapat memberikan dampak nyata sekaligus menjadi keterampilan yang bisa diterapkan petani. PGPR dan pestisida nabati dipilih karena sejalan dengan upaya mendorong pertanian yang lebih berkelanjutan, khususnya pertanian organik," ujarnya.

Ia juga menjelaskan PGPR merupakan kelompok bakteri yang hidup di sekitar perakaran tanaman dan berperan dalam meningkatkan pertumbuhan serta kesehatan tanaman.

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa memanfaatkan akar bambu sebagai bahan utama yang difermentasi bersama gula merah, terasi, dedak, dan air steril.

Sementara itu, untuk pengendalian hama, mahasiswa memperkenalkan pembuatan pestisida nabati berbahan daun pepaya dan bawang putih yang dicampur dengan air steril serta sabun sebagai perekat sebelum diaplikasikan pada tanaman.

Menurutnya, pemanfaatan bahan-bahan lokal tersebut menunjukkan bahwa inovasi pertanian dapat dikembangkan dari sumber daya yang tersedia di desa, sehingga petani tidak sepenuhnya bergantung pada input sintetis maupun kimia.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan bersama sembilan kelompok tani di Desa Gempolrejo. Selain penyampaian materi, mahasiswa juga melakukan demonstrasi pembuatan PGPR dan pestisida nabati, sehingga petani dapat melihat langsung proses pembuatannya dan berdiskusi mengenai penerapannya di lahan.

Salah seorang ketua kelompok tani, Wawan mengaku memperoleh pengetahuan baru dari kegiatan tersebut.

"Ini merupakan hal baru bagi kami, karena sebelumnya belum pernah ada sosialisasi seperti ini. Harapannya PGPR dan pestisida nabati juga dapat dikenalkan dan dimanfaatkan oleh lebih banyak petani," ujarnya.

Petani lainnya, Sumindar mengaku tertarik mempelajari lebih lanjut mengenai PGPR setelah mengikuti sosialisasi.

"Setelah mendengar penjelasan tentang PGPR, saya mencoba mencari informasi lagi di internet. Ternyata manfaatnya sangat baik dan bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesuburan tanah, terutama saat menghadapi kondisi kekeringan," ujarnya.

Mahasiswa KKN IPB berharap pengetahuan mengenai pemanfaatan PGPR dan pestisida nabati dapat terus diterapkan serta dikembangkan oleh petani setelah program KKN berakhir, sehingga menjadi bagian dari upaya mewujudkan pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan di Desa Gempolrejo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
Megapolitan
Mulai 6 September, CFD Kota...
Advertisement
Mengapa Erupsi Anak Krakatau Bisa Terdengar sampai Bandung? Ini Penjelasan Daryono

Mengapa Erupsi Anak Krakatau Bisa Terdengar sampai Bandung? Ini Penjelasan Daryono

05 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.