Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bahaya! Wabah Ebola Dilaporkan Makin Aktif di Kongo

📅 Jumat, 10 Jul 2026, 15:31 WIB | Oleh:
Bahaya! Wabah Ebola Dilaporkan Makin Aktif di Kongo Doc: Istimewa

KINSHASA - Wabah Ebola di Republik Demokratik (RD) Kongo masih berada dalam tahap "sangat aktif" dan belum mencapai puncaknya, demikian disampaikan otoritas kesehatan pada Kamis (9/7).

Di Bunia, ibu kota Provinsi Ituri di RD Kongo timur sekaligus pusat wabah, Menteri Kesehatan RD Kongo Samuel Roger Kamba mengatakan peningkatan stabil kasus yang dilaporkan sebagian mencerminkan perluasan pengawasan di masyarakat alih-alih memburuknya penularan secara mendadak.

"Ketika banyak sumber daya dimobilisasi, terutama tenaga kesehatan masyarakat yang pergi untuk mencari pasien di kalangan masyarakat, jumlah kasus memang akan meningkat," ujarnya. "Namun, peningkatan ini juga memberikan kita informasi tentang situasi sebenarnya di masyarakat."

Menurut data epidemiologi yang dirilis pada Kamis malam waktu setempat, RD Kongo telah melaporkan 1.792 kasus terkonfirmasi, termasuk 625 kematian dan 295 pasien sembuh. Sebanyak 764 pasien saat ini sedang menjalani isolasi atau perawatan di rumah sakit.

Kamba mengatakan masih terlalu dini untuk memprediksi kapan infeksi akan melandai karena tenaga kesehatan masih mengidentifikasi kasus-kasus yang sebelumnya tidak terdeteksi, sementara mobilitas penduduk dan tantangan dalam keterlibatan masyarakat terus mempersulit upaya pengendalian.

Menteri itu juga memperingatkan bahwa pasien yang terinfeksi dari Ituri telah membawa virus itu ke daerah-daerah tetangga. Dia mengatakan kasus impor terdeteksi di Kisangani di ibu kota Provinsi Tshopo dan di Wamba di Provinsi Haut-Uele, memperluas cakupan respons.

Otoritas kesehatan RD Kongo mengatakan penyelidikan terhadap kasus-kasus yang dilaporkan di Tshopo, pusat ekonomi dan transportasi utama di RD Kongo timur laut, masih berlanjut. Sejumlah pakar kesehatan mengatakan kepada Xinhua bahwa penyebaran wabah ke provinsi-provinsi baru telah menimbulkan kekhawatiran tentang penyebaran geografis yang lebih luas.

Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) Afrika memberikan detail baru tentang penelitian terapi untuk virus Ebola Bundibugyo, galur yang memicu wabah saat ini.

Mosoka Fallah, seorang pejabat CDC Afrika, mengatakan uji klinis yang diluncurkan pada 2 Juli sedang mengevaluasi antibodi monoklonal MBP134 dan antivirus remdesivir, baik secara individual maupun kombinasi. Uji coba itu, yang dimulai di satu pusat perawatan, diperkirakan akan diperluas ke lokasi tambahan seiring meningkatnya pendaftaran.

Fallah menambahkan bahwa uji coba profilaksis terpisah yang mengevaluasi obeldesivir, obat antivirus spektrum luas yang diberikan secara oral, di antara sekitar 800 kontak berisiko tinggi diperkirakan akan dimulai pekan depan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Pilih Mapan Dulu Baru Nikah...
Presiden Prabowo Tiba di Lombok Barat untuk Resmikan Lima Bendungan

Presiden Prabowo Tiba di Lombok Barat untuk Resmikan Lima Bendungan

10 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
IHSG Hari Ini Panen Sentimen Positif
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.