Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Target 20.000 Sekolah Rusak, Mendes PDT Genjot 10.000 Rehabilitasi Tahun Ini!

📅 Kamis, 06 Agu 2026, 01:20 WIB | Oleh:
Target 20.000 Sekolah Rusak, Mendes PDT Genjot 10.000 Rehabilitasi Tahun Ini! Doc: ANTARA/Nur Suhra Wardyah
Ket. Mendes PDT Yandri Susanto saat menghadiri seminar KDKMP di Makassar, Selasa (4/8).

MAKASSAR - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyatakan sebanyak 10.000 sekolah di wilayah terpencil dan terluar mulai direhabilitasi pada tahun ini, Rabu (5/8).

"Jumlah kebutuhannya lebih dari 20.000 sekolah sesuai arahan Bapak Presiden, tapi untuk tahun ini sudah dimulai sekitar 10.000 sekolah yang direhabilitasi," kata Yandri di Makassar, Rabu.

Yandri menyampaikan hal tersebut karena masih ada sekolah yang pembangunannya belum optimal di sejumlah wilayah terpencil, salah satunya sekolah di Dusun Kuri Caddi, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Sekolah yang pengelolaannya di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) itu berdampingan dengan Koperasi Nelayan yang pembangunannya begitu pesat.

Yandri menjelaskan kedua proyek tetap dikerjakan secara kolaboratif. Rehabilitasi sekolah tetap dijalankan sebagai upaya meningkatkan fasilitas pendidikan di wilayah terpencil dan terluar dengan dikoordinasikan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Untuk pengembangan desa-desa tematik, seperti desa jagung, desa melon, dan desa semangka, Yandri menekankan program tersebut juga berjalan dengan berkolaborasi bersama Kementerian Pertanian.

“Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, kita ini bukan superman, tetapi super team. Jadi, Kementerian Desa lebih banyak bekerja dengan pendekatan kolaboratif," katanya.

Yandri juga memberikan perhatian khusus kepada wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Kemendes PDT menggandeng TNI Angkatan Darat untuk membangun jembatan serta menyediakan sumber air bersih.

“Intinya, arahan Bapak Presiden sangat jelas, yaitu seluruh kementerian dan lembaga harus bekerja sama. Jadi ini bukan pekerjaan satu kementerian saja, melainkan kerja kolaboratif," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.