Virus Bourbon: Infeksi Langka Lewat Kutu yang Tingkat Penularannya Masih Rendah
📅 Rabu, 05 Agu 2026, 20:37 WIB | Oleh: Deri HenriawanMOSKOW - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengetahui adanya kasus infeksi virus Bourbon yang dilaporkan di Amerika Serikat dengan risiko penyebarannya masih rendah, kata Juru Bicara Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO), Sebastian Oliel.
"Saat ini, bukti yang ada tidak menunjukkan adanya penularan yang meluas di masyarakat. Risiko kesehatan masyarakat secara keseluruhan bagi populasi umum tampaknya rendah, mengingat jumlah kasus yang dilaporkan sangat sedikit," kata Oliel kepada RIA Novosti, Selasa (4/8).
Oliel menambahkan bahwa penyakit akibat virus Bourbon merupakan infeksi yang sangat langka dan ditularkan melalui gigitan kutu. Virus tersebut pertama kali teridentifikasi di Amerika Serikat pada 2014.
Pada Sabtu (1/8), Fox News melaporkan bahwa kasus pertama infeksi virus Bourbon yang langka telah terdeteksi di Negara Bagian New York. Hingga kini, belum tersedia vaksin untuk mencegah infeksi virus tersebut.
Gejala infeksi virus Bourbon meliputi demam, tubuh lemas, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, serta ruam. Para dokter menghadapi kesulitan dalam mendiagnosis penyakit tersebut karena belum tersedia tes khusus untuk mendeteksi virus Bourbon. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!