Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkes Serukan Masyarakat Jangan Tunggu Sakit untuk Periksa Kesehatan

📅 Jumat, 07 Agu 2026, 20:55 WIB | Oleh:
Menkes Serukan Masyarakat Jangan Tunggu Sakit untuk Periksa Kesehatan Doc: RRI
Ket. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin

JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan bahwa pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan secara rutin setiap tahun. Meskipun seseorang merasa sehat.

Hal ini disampaikan merujuk pada data Kemenkes yang menemukan sekitar satu juta kasus baru hipertensi melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026. Temuan tersebut berasal dari pemeriksaan ulang terhadap 9,2 juta peserta yang pada tahun sebelumnya dinyatakan dalam kondisi sehat.

Selain itu, Kemenkes mencatat sebanyak 247 ribu dari 1,3 juta peserta yang sebelumnya berstatus prehipertensi kini telah berkembang menjadi hipertensi. Tren serupa juga ditemukan pada penyakit diabetes.

Dari hasil pemeriksaan ulang terhadap 8,3 juta peserta, sebanyak 188 ribu orang terdeteksi sebagai kasus baru diabetes. Sementara itu, 16 ribu peserta yang sebelumnya berada pada kondisi prediabetes kini telah mengalami diabetes.

Menurut Menkes Budi Gunadi, temuan tersebut menjadi pengingat bahwa pemeriksaan kesehatan sebaiknya dilakukan secara berkala. Masyarakat, kata dia, perlu rutin memeriksa kesehatannya tanpa terlebih dahulu menunggu sakit.

"Melalui Cek Kesehatan Gratis, kita berharap penyakit dapat ditemukan lebih cepat sehingga segera ditangani. Jangan menunggu sampai muncul keluhan atau komplikasi," ujar Menkes Budi di Jakarta, Kamis (6/8).

Menurut dia, sebagian besar penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi dan diabetes, tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Karena itu, pemeriksaan berkala menjadi langkah penting untuk mendeteksi penyakit maupun faktor risikonya sebelum berkembang menjadi komplikasi serius. Beberapa penyakit tersebut diantaranya seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, menegaskan bahwa kondisi kesehatan seseorang bersifat dinamis. Sehingga hasil pemeriksaan yang baik pada tahun sebelumnya tidak menjamin kondisi serupa pada tahun berikutnya.

"Pesannya sederhana, lakukan Cek Kesehatan Gratis setiap tahun. Hasil pemeriksaan yang baik pada tahun lalu bukan berarti kondisi kesehatan kita tetap sama pada tahun ini," kata Endang.

Di sisi lain, program CKG juga menunjukkan dampak positif dalam pengendalian penyakit. Dari 2,4 juta penderita hipertensi yang menjalani pemeriksaan ulang. Ternyata tercatat sebanyak 1,1 juta orang berhasil mengendalikan tekanan darah hingga kembali ke batas normal.

Hasil serupa juga terlihat pada penderita diabetes. Dari 340 ribu peserta yang dipantau kembali, sebanyak 235 ribu orang berhasil mengontrol kadar gula darahnya. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Polsek Pasar Minggu Kenalka...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.