Tol Prosiwangi Tinggal Hitung Hari, Mobilitas dan Logistik Siap Berubah
📅 Jumat, 07 Agu 2026, 20:25 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Pembangunan jalan tol berperan penting dalam meningkatkan konektivitas antardaerah dengan memangkas waktu tempuh, menurunkan biaya logistik, dan memperlancar arus distribusi barang maupun mobilitas masyarakat.
Dampaknya tidak hanya dirasakan pada sektor transportasi, tetapi juga mampu mendorong tumbuhnya kawasan industri, pariwisata, serta pusat-pusat ekonomi baru di sepanjang koridor tol.
Namun, agar manfaat ekonominya optimal, pembangunan jalan tol perlu diiringi dengan pengembangan akses menuju kawasan produktif, integrasi dengan jaringan transportasi lain, serta tata ruang yang mampu mendorong investasi dan pemerataan pertumbuhan ekonomi.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pengoperasian Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) Seksi 1 dan Seksi 2 sepanjang 24 kilometer yang telah rampung pembangunannya.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pembangunan jalan tol tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi instrumen pemerataan pembangunan wilayah dan penguatan ekonomi daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional,” kata Dody di Jakarta, Jumat (7/8).
Secara keseluruhan, Jalan Tol Prosiwangi yang pengusahaan dilakukan oleh PT. Jasamarga Probolinggo Banyuwangi selaku badan usaha jalan tol (BUJT) memiliki panjang 175,40 kilometer yang terdiri dari tujuh seksi, yaitu Seksi 1 (Suko – Kraksaan) sepanjang 12,8 km, Seksi 2 (Kraksaan – Paiton) sepanjang 11,2 km.
Kemudian Seksi 3 (Paiton – Besuki) sepanjang 25,6 km, Seksi 4 (Besuki – Situbondo) sepanjang 42,3 km, Seksi 5 (Situbondo – Asembagus) sepanjang 16,7 km, Seksi 6 (Asembagus – Bajulmati) sepanjang 37,4 km, dan Seksi 7 (Bajulmati – Ketapang) sepanjang 29,2 km.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat ini, seksi 1 dan seksi 2 dari Suko hingga Kraksaan telah selesai seluruh pekerjaan konstruksi dan telah memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO).
Sedangkan Seksi 3 dari Paiton hingga Besuki dalam proses Uji Laik Fungsi Operasi (ULFO), sehingga pengembangan Tol Prosiwangi terus menunjukkan progres yang signifikan menuju ketersambungan koridor jalan tol di wilayah timur Pulau Jawa.
Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, Tol Prosiwangi juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Pulau Jawa. Infrastruktur ini membuka akses yang lebih luas ke kawasan industri, pusat distribusi, serta destinasi pariwisata unggulan di Banyuwangi dan sekitarnya.
Pembangunan ruas Tol Prosiwangi merupakan bagian dari transformasi PU608 dalam menghadirkan infrastruktur yang meningkatkan efisiensi ekonomi, memperkuat daya saing nasional, dan mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen melalui penurunan ICOR, peningkatan produktivitas, serta pemerataan pembangunan antar wilayah.
Kehadiran ruas tol ini akan meningkatkan konektivitas kawasan Tapal Kuda, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong efisiensi distribusi logistik di Jawa Timur.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!