Tren Pasangan Muda Nikah di KUA Kota Bandung Kian Diminati
📅 Jumat, 07 Agu 2026, 20:10 WIB | Oleh: Ilham SudrajatBANDUNG - Menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) kini bukan lagi identik dengan pilihan karena keterbatasan ekonomi. Di Kota Bandung, khususnya di KUA Kecamatan Sumur Bandung, tren pernikahan di kantor terus menunjukkan peningkatan seiring berubahnya cara pandang generasi muda terhadap konsep pernikahan.
Pasangan pengantin Deni dan Anisa menjadi salah satu contoh pasangan yang sengaja memilih melangsungkan akad nikah di KUA, Kamis (6/8).
Menurut mereka, keputusan tersebut bukan semata untuk menghemat biaya, tetapi juga karena prosesnya dinilai lebih praktis dan fasilitas yang disediakan sudah sangat memadai.
"Kami memilih nikah di KUA karena bisa meminimalisasi pengeluaran. Ternyata fasilitasnya juga lengkap, ada MC, susunan acara, hingga pengajian. Jadi semuanya sudah tertata dan kami tidak perlu repot mengurus banyak hal," ujar Deni.
Ia mengungkapkan proses pendaftaran mudah karena dapat dilakukan secara daring. Setelah melengkapi persyaratan administrasi, calon pengantin hanya perlu datang ke KUA untuk proses verifikasi berkas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Anggaran yang biasanya digunakan untuk pesta lebih baik dialihkan menjadi tabungan, modal usaha, atau kebutuhan setelah menikah. "Daripada menghabiskan biaya besar untuk pesta, lebih baik uangnya disimpan untuk membangun kehidupan setelah menikah. Yang penting adalah kehidupan rumah tangga ke depannya," kata dia.
Pasangan tersebut juga mengajak generasi muda agar tidak lagi merasa gengsi menikah di KUA.
"Prosesnya sekarang sangat mudah. Informasi persyaratan juga sudah banyak tersedia di media sosial maupun platform digital. Tinggal daftar secara online, lengkapi berkas, lalu datang ke KUA untuk verifikasi," imbuh dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal senada disampaikan Pipit, perwakilan keluarga mempelai perempuan. Ia menilai akad nikah di KUA merupakan pilihan yang lebih bijak untuk pasangan muda.
"Lebih hemat dan sekarang justru terasa kekinian. Daripada menghabiskan biaya besar untuk pesta, lebih baik uangnya ditabung untuk membeli rumah atau mempersiapkan masa depan keluarga," ujar dia.
Perubahan cara pandang masyarakat terhadap pernikahan di KUA menjadi gambaran bahwa kesederhanaan kini mulai dipandang sebagai pilihan yang rasional.
Bagi banyak pasangan muda, esensi pernikahan tidak lagi diukur dari kemewahan pesta, melainkan dari kesiapan membangun kehidupan rumah tangga yang lebih mapan dan berkelanjutan.
Sementara itu, kepala KUA Kecamatan Sumur Bandung, Wawan Kurniawan, mengungkapkan sepanjang beberapa tahun terakhir terjadi perubahan pola pikir masyarakat terhadap pelaksanaan akad nikah di kantor KUA.
Menurut dia, dahulu pernikahan di kantor lebih banyak dipilih oleh pasangan yang menikah untuk kedua atau ketiga kalinya maupun masyarakat dengan kondisi ekonomi tertentu. Kini kondisinya sudah jauh berbeda.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!