Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Karhutla, Kalsel Siagakan 100 Kelompok Masyarakat Peduli Api dan Patroli Kawasan Rawan

📅 Senin, 06 Jul 2026, 13:53 WIB | Oleh:
Cegah Karhutla, Kalsel Siagakan 100 Kelompok Masyarakat Peduli Api dan Patroli Kawasan Rawan Doc: antara foto
Ket. Apel kesiapsiagaan bencana di Provinsi Kalsel.

BANJARBARU - Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyiagakan 100 kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), mengaktifkan posko siaga, dan memperkuat patroli kawasan rawan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan lebih kering.

“Pencegahan tetap menjadi strategi utama pengendalian karhutla melalui pengawasan intensif pada kawasan rawan, peningkatan kesiapsiagaan personel, serta penguatan koordinasi dengan pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha kehutanan,” kata Kepala Dishut Kalsel Fathimatuzzahra usai mengikuti Apel Kesiapsiagaan Bencana Karhutla Tahun 2026 di Banjarbaru, Senin (6/7).

Ia menyebutkan pengawasan difokuskan pada sejumlah wilayah dengan tingkat kerawanan relatif tinggi, antara lain kawasan ring satu bandara, Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, dan Kabupaten Tanah Laut, sehingga potensi kebakaran dapat dideteksi serta ditangani sejak tahap awal.

“Dinas Kehutanan telah membina dan bersinergi dengan sekitar 100 kelompok MPA yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota melalui Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan Kelompok Tani Hutan (KTH) untuk memperkuat deteksi dini sekaligus penanganan awal apabila muncul titik api,” ujarnya.

Selain melibatkan masyarakat, seluruh posko siaga karhutla telah diaktifkan dan personel Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla) rutin melaksanakan patroli selama musim kemarau guna meningkatkan kewaspadaan serta mempercepat respons terhadap potensi kebakaran di lapangan.

Selain itu, Dishut Kalsel juga memastikan kesiapan para pemegang Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) dan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), baik dari sisi personel, armada maupun peralatan pemadaman, sehingga apabila terjadi kebakaran dapat segera dilakukan penanganan secara cepat dan terpadu.

Dishut Kalsel kemudian memetakan titik-titik sumber air beserta koordinatnya sebagai dukungan apabila diperlukan operasi water bombing. Pemantauan titik panas (hotspot) dilakukan secara berkelanjutan melalui kerja sama dengan Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup menggunakan aplikasi SIPONGI.

“Seluruh personel di lapangan disiagakan agar setiap potensi kebakaran dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar,” ujar Fathimatuzzahra.

Menghadapi musim kemarau, Pemprov Kalsel mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar serta terus memperkuat sinergi pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, relawan, dan masyarakat untuk menjaga daerah dari ancaman karhutla dan bencana asap.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Gaji PPPK Dibayar APBN, Gub...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.