Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Haiti Berencana Gelar Pemilu pada Desember 2026

📅 Rabu, 29 Jul 2026, 02:30 WIB | Oleh:
Haiti Berencana Gelar Pemilu pada Desember 2026 Doc: AFP/Clarens SIFFROY
Ket. Sejumlah anggota militer Haiti sedang berpatroli di pinggiran Port-au-Prince usai terjadi bentrokan dengan geng kejahatan bersenjata pada November 2024 lalu. Pada Selasa (28/7) pihak berwenang di Haiti mengumumkan akan menggelar pemilu pada Desember mendatang.

PORT-AU-PRINCE - Dewan Pemilihan Haiti telah menetapkan 13 Desember sebagai tanggal pemilihan pertama negara yang dilanda krisis itu dalam satu dekade terakhir, sambil menunggu terciptanya lingkungan keamanan yang dapat diterima.

“Putaran pertama pemilihan presiden, legislatif dan lokal akan diadakan pada tanggal 13 Desember, bersamaan dengan pemungutan suara tentang perubahan konstitusi,” demikian bunyi dekrit dari Dewan Pemilihan Sementara, Selasa (28/7).

Putaran kedua akan berlangsung pada 21 Februari 2027, dengan hasil akhir dipublikasikan pada 7 Maret, imbuh dekrit tersebut.

Namun mereka juga memperingatkan bahwa jadwal pelaksanaan pemilihan tersebut bergantung pada terciptanya lingkungan keamanan yang memadai dan ketersediaan sumber daya keuangan yang diperlukan.

Jadwal tersebut juga menyebutkan pendaftaran pemilih dibuka pada 20 Juli, dan menetapkan batas waktu pendaftaran kandidat pada 2 Oktober.

Pemilu belum diadakan di Haiti sejak tahun 2016, dan presiden terpilih terakhir negara itu, Jovenel Moise, dibunuh pada tahun 2021.

Kekacauan

Saat ini geng-geng kejahatan bersenjata berpengaruh yang sebagian besar tergabung dalam aliansi besar yang dikenal sebagai Viv Ansanm, mengendalikan sebagian besar wilayah negara kepulauan itu, termasuk sebagian besar Ibu Kota Port-au-Prince yang wilayah metropolitannya dihuni oleh sekitar seperempat populasi, sehingga menimbulkan ketidakpastian politik mengenai kemampuan untuk membangun keamanan yang memadai sebelum bulan Desember.

Geng-geng tersebut juga telah meluas ke wilayah tengah dan pedesaan Haiti.

Viv Ansanm, yang sendiri telah berupaya mendapatkan pengakuan politik, telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat dan dituduh melakukan penculikan massal, pemerkosaan berkelompok, pembakaran, pembunuhan tanpa pandang bulu, serta perdagangan senjata, organ, dan narkoba.

Pasukan keamanan internasional pimpinan Kenya yang dikirim untuk mendukung kepolisian Haiti sejauh ini telah gagal membantu menghentikan kekerasan. Pasukan yang disahkan PBB tersebut kemudian diubah menjadi Pasukan Penindasan Geng (GSF) dengan mandat yang lebih besar untuk menghadapi kelompok-kelompok bersenjata.

“Bala bantuan tambahan diharapkan dalam beberapa pekan mendatang," kata juru bicara GSF kepada AFP awal bulan ini, dengan tujuan bisa mencapai 5.500 personel berseragam dan 50 staf sipil.

Sementara itu, rencana bantuan kemanusiaan PBB untuk Haiti tahun 2026, yang dialokasikan sebesar 880 juta dollar AS, baru didanai kurang dari seperempatnya saja.

Dalam kunjungan ke negara itu pada bulan Juni lalu, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengecam sikap acuh tak acuh dunia yang telah berpaling dari Haiti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.