Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sambut Era Komputasi Kuantum, Telkom Gelar Workshop Kriptografi Pascakuantum

7 Selasa, 28 Jul 2026, 12:55 WIB | Oleh:
Sambut Era Komputasi Kuantum, Telkom Gelar Workshop Kriptografi Pascakuantum Sambut Era Komputasi Kuantum, Telkom Gelar Workshop Kriptografi Pascakuantum Doc: Telkom
Ket. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat kesiapan ekosistem digital nasional dengan menggelar Workshop Post-Quantum Cryptography (PQC) di Malang pada awal Juli 2026. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, lembaga riset, dan berbagai sektor strategis guna membahas langkah menghadapi tantangan keamanan siber.

JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat kesiapan ekosistem digital nasional dengan menggelar Workshop Post-Quantum Cryptography (PQC) di Malang pada awal Juli 2026. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, lembaga riset, dan berbagai sektor strategis guna membahas langkah menghadapi tantangan keamanan siber di era komputasi kuantum.

Perkembangan teknologi komputasi kuantum dinilai akan membawa implikasi besar terhadap sistem keamanan digital di masa mendatang. Karena itu, transisi menuju Post-Quantum Cryptography (PQC) dipandang sebagai langkah strategis untuk memastikan perlindungan terhadap berbagai layanan digital tetap terjaga dalam jangka panjang.

Workshop tersebut menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Kebijakan Teknologi Keamanan Siber dan Sandi BSSN Giyanto Awan Sularso, Managing Director Strategic Technology Initiatives BPI Danantara Ricardo Irwan Rei, serta Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji. Selain itu, para pakar dari ITS, Telkom University, Universitas Pertahanan RI, IBM, OJK, Peruri, BSSN, dan Universitas Brawijaya turut memaparkan hasil riset serta implementasi awal teknologi PQC.

Komputer kuantum memang belum mampu mengancam sistem kriptografi yang digunakan secara luas saat ini. Namun, di masa depan teknologi tersebut berpotensi melemahkan algoritma kriptografi kunci publik seperti RSA dan Elliptic Curve Cryptography (ECC) yang menjadi fondasi berbagai layanan digital, mulai dari identitas digital, sertifikat elektronik, hingga transaksi dan komunikasi yang aman.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital menilai peningkatan pemahaman mengenai Post-Quantum Cryptography menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi regulator dan pelaku industri. Menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini bukan hanya mengembangkan teknologi, tetapi juga menerjemahkan konsep akademis menjadi kebijakan, standar, serta implementasi yang dapat diterapkan secara luas.

"Tantangan saat ini bukan hanya mengembangkan teknologinya, tetapi juga menerjemahkan konsep yang selama ini berkembang di ranah akademik menjadi kebijakan, standar, dan implementasi yang dapat diadopsi secara luas," ujar Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Edwin Hidayat Abdullah.

Dari sisi keamanan siber nasional, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menekankan pentingnya kesiapan menghadapi ancaman terhadap sistem kriptografi secara bertahap. Langkah tersebut dimulai dari pemetaan penggunaan kriptografi, penilaian risiko, penyusunan roadmap migrasi, hingga implementasi dan evaluasi agar transisi menuju PQC berjalan aman dan terukur.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom menjelaskan bahwa transformasi digital harus diiringi dengan penguatan keamanan digital. Menurutnya, semakin tinggi tingkat digitalisasi, semakin besar pula kebutuhan membangun fondasi keamanan yang mampu mengantisipasi berbagai ancaman di masa depan.

"Post-Quantum Cryptography bukan sekadar isu teknologi, tetapi bagian dari kesiapan nasional menjaga kepercayaan terhadap ekosistem digital Indonesia. Karena itu, Telkom menyelenggarakan workshop ini untuk membangun kolaborasi lintas ekosistem agar pemerintah, BUMN, industri, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan dapat mulai menyiapkan langkah bersama sejak sekarang," kata Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji.

Ia menambahkan kesiapan menghadapi era komputasi kuantum tidak dapat dilakukan secara parsial sehingga diperlukan sinergi dalam membangun standar, talenta, riset, hingga implementasi. Melalui kolaborasi tersebut, Indonesia diharapkan memiliki kemampuan yang semakin mandiri dalam menjaga keamanan data dan infrastruktur digital nasional.

Selain sesi diskusi, workshop juga menampilkan berbagai demonstrasi hasil riset, seperti pengembangan Quantum-Safe QRIS, simulasi penerapan quantum computing, serta implementasi hybrid cryptography untuk identitas digital, sertifikat elektronik, dan komunikasi aman. Forum tersebut juga menghasilkan sejumlah rekomendasi, mulai dari penyusunan roadmap nasional transisi menuju PQC, pengembangan proyek percontohan, hingga penguatan kolaborasi riset dan pengembangan talenta guna mendukung transformasi digital Indonesia yang berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...

Madura United Hajar Arema FC 3-0

4 jam yang lalu | Ones

Olahraga
Madura United Hajar Arema F...
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.