Inspirasi dari IFBEX 2026, Membuka Mata Pengusaha
📅 Selasa, 28 Jul 2026, 10:28 WIB | Oleh: Tim PenulisBEKASI – Event IFBEX 2026 bukan sekadar pameran dagang biasa. Berkolaborasi dengan Billionaire Mindset Indonesia, pameran yang digelar di Grand Galaxy Park, Bekasi pada 24-26 Juli ini lebih seperti ruang kelas raksasa bagi yang haus akan pengetahuan bisnis dan literasi digital.
Lebih dari 70 peluang usaha dan kemitraan memenuhi area pameran. Namun, yang membuat pengunjung betah berlama-lama bukan deretan stan, melainkan panggung utama tempat tiga pembicara membagikan ilmunya.
Di sesi pertama, Yossa Setiadi dari Billionaire Mindset menyampaikan kalimat yang menggugah hadirin. "Kita tidak akan membeli kapal jika kita tidak suka dengan laut," ujarnya.
Pesan itu sederhana, tetapi dalam. “Membeli bisnis itu gampang. Masalahnya, menjalaninya yang butuh nyali,” katanya.
Menurutnya, seorang pembeli bisnis harus benar-benar tertarik pada bidang yang digeluti. Karena ketika badai datang dan pasti datang, hanya cinta pada "laut" itulah yang akan membuat seorang pengusaha tetap bertahan dan berlayar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagi peserta yang baru merintis atau sedang mempertimbangkan membeli usaha warisan, ini adalah pengingat berharga: bisnis bukan sekadar transaksi, melainkan komitmen jangka panjang.
Suasana berubah tegang saat Mr. Bert, pakar keamanan siber dan penggemar kecerdasan buatan, naik ke atas panggung. Ia membawa misi penting yaitu membangunkan masyarakat dari tidur soal keamanan data.
Mr. Bert menggelar demo live hacking. Seorang pengunjung bernama Agus dari Bekasi maju sebagai sukarelawan. Dalam hitungan menit, para hadirin menyaksikan betapa mudahnya data pribadi bocor dan diekspos di hadapan publik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Agus mengaku merinding, tetapi juga bersyukur. "Saya sadar, kita sering cuek. Padahal aset kita, uang, identitas, bahkan privasi keluarga, bisa hilang dalam sekejap kalau kita abai," ujarnya.
Tepuk tangan menggema. Bukan karena kekaguman pada teknologi, melainkan karena kesadaran baru yang lahir dari panggung yaitu keamanan siber bukan lagi urusan perusahaan besar, tetapi kebutuhan pribadi setiap orang.
Sesi terakhir justru terasa paling akrab di era media sosial. Tommy Wong berbagi resep membuat konten yang tidak hanya ramai dilihat, tetapi juga dipercaya dan akhirnya mendatangkan omzet.
Ia menekankan bahwa membuat konten viral bukanlah tujuan utama. Yang lebih penting adalah konsistensi dan kejujuran. "Orang membeli bukan karena kontennya keren, tapi karena mereka percaya pada si pembuat konten," katanya.
Pengunjung, terutama anak-anak muda dan pelaku UMKM, dipandu langkah demi langkah menyusun narasi bisnis yang otentik. Banyak di antara mereka yang mengaku selama ini hanya asal unggah tanpa strategi yang jelas. Kini, mereka pulang dengan buku catatan penuh dan rencana aksi baru.
Acara dua setengah hari itu dipandu dengan lincah oleh MC Freda, yang sukses menjaga energi pengunjung tetap membara dari pagi hingga sore. Suasana makin semarak dengan kehadiran para tenan seperti Sipalings, Bebek Terminal, Kadin Bekasi, Bantex, Watery dan Masi Banyak Lagi yang turut memeriahkan lantai pameran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!