Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gedung Putih Samakan Kartel Narkoba Meksiko dengan ISIS dan Al Qaeda

📅 Rabu, 29 Jul 2026, 01:10 WIB | Oleh:
Gedung Putih Samakan Kartel Narkoba Meksiko dengan ISIS dan Al Qaeda Doc: Finn Gomez/AFP
Ket. Penasihat Gedung Putih, Stephen Miller.

WASHINGTON - Penasihat Gedung Putih Stephen Miller, pada Senin (27/7), membandingkan legalitas antara kartel narkotika dan obat terlarang (Narkoba) Meksiko dengan organisasi teroris seperti ISIS dan Al Qaeda.

“Sebagai organisasi teroris asing, kartel narkoba Meksiko berada pada posisi hukum yang sama persis dengan ISIS atau Al Qaeda,” kata Miller dalam acara yang diselenggarakan di Pentagon untuk memberikan Medali Pertahanan Perbatasan Meksiko kepada 50 anggota militer.

Tidak seperti kedua kelompok tersebut, kartel narkoba Meksiko lebih banyak beroperasi di dekat perbatasan Amerila Serikat dengan mengekspor kematian massal dalam bentuk narkotika dan kegiatan kriminal.

“Ada alasan mengapa, di Meksiko, sistem peradilan tidak berfungsi, sistem politik tidak berfungsi, dan sistem hukum tidak berfungsi. Itu karena Anda memiliki wilayah yang dikendalikan dan diduduki oleh organisasi teroris yang membunuh atau menculik siapa pun yang menghalangi jalan mereka,” tambah Miller.

Pada Februari 2025, Amerika Serikat menetapkan sejumlah kartel narkoba sebagai organisasi teroris global. Kartel tersebut di antaranya adalah Tren de Aragua, Cártel de Sinaloa, Cártel del Noreste, Cárteles Unidos, dan MS-13.

Daftar tersebut kemudian bertambah hingga mencakup kelompok lain seperti Cartel de Los Soles.

Tepis Klaim Trump

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum pada bulan lalu menepis klaim terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang mengatakan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok Tujuh (Group of Seven/G7) bahwa kartel narkoba sepenuhnya mengendalikan Meksiko dan bahwa dirinya adalah “seorang wanita yang sangat ketakutan,” kata Sheinbaum.

Dalam konferensi pers hariannya di Istana Nasional di Mexico City, Sheinbaum menghindari keterlibatan dalam polemik terkait komentar Trump yang disampaikan pada pertemuan di kota resor Prancis, Evian-les-Bains, beberapa waktu lalu.

Dia menyebut pernyataan itu bukanlah hal baru, seraya menyatakan bahwa "dia pernah mengatakan hal itu sebelumnya. “Presiden Trump memiliki caranya sendiri dalam berkomunikasi, (dan) kita tidak perlu terlalu memikirkan setiap pernyataannya."

Trump "tidak memiliki informasi yang memadai," ujar Sheinbaum, sembari membela strategi pemerintahannya dalam memerangi kejahatan serta komitmen kabinet keamanannya.

Sheinbaum kemudian mengutip data resmi yang menunjukkan penurunan jumlah kasus pembunuhan yang disengaja serta penurunan berbagai indikator kekerasan lainnya.

Sheinbaum juga menentang setiap langkah yang dapat mengancam kedaulatan Meksiko.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Ekonomi
Rupiah Dibayangi Pelemahan ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.