Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Desa Jatiluwih Bali Garap Aktivitas Wisata Treking dan Tanam Padi untuk Dorong Ekonomi Warga

📅 Selasa, 28 Jul 2026, 04:43 WIB | Oleh:
Desa Jatiluwih Bali Garap Aktivitas Wisata Treking dan Tanam Padi untuk Dorong Ekonomi Warga Doc: ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Ket. Sejumlah wisatawan mancanegara mengunjungi kawasan terasering persawahan di Desa Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Bali, Senin (27/7).

TABANAN, BALI - Pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih di Kabupaten Tabanan, Bali, menggarap sejumlah aktivitas wisata pertanian dan olahraga guna meningkatkan kualitas wisatawan sekaligus ekonomi warga setempat.

"Kami buat aktivitas wisata agar durasi wisata lebih lama, bukan satu atau dua jam, setelah itu pergi," kata Manajer DTW Jatiluwih I Ketut Purna di Tabanan, Bali, Senin (27/7).

Beberapa aktivitas wisata yang digarap pengelola desa wisata itu di antaranya melalui paket atraksi wisata misalnya mengajak mereka menanam padi, treking hingga bersepeda.

Dengan upaya itu, dapat mendorong ekonomi warga dan penerimaan daerah mulai dari penerimaan tiket masuk, jasa pemandu wisata dan pengemudi wisata, penginapan yang dikelola warga atau homestay, restoran hingga warung-warung kecil yang menjual buah dan makanan ringan di sekitar lokasi.

"Di kawasan ini total ada sekitar 70 kamar homestay," imbuhnya.

Untuk mendukung langkah itu, pengelola bersama biro perjalanan wisata melakukan temu bisnis atau table top.

Promosi melalui media sosial juga dilakukan untuk menangkap peluang pasar wisatawan lebih luas termasuk segmentasi anak muda.

Selain itu, pihaknya juga kini memperluas pangsa pasar wisatawan baik domestik dan mancanegara terutama negara-negara Asia seperti India, dan Korea Selatan yang mulai tumbuh.

Cara itu dilakukan menyiasati dampak krisis geopolitik yang hingga saat ini belum mereda.

Sedangkan, selama ini mayoritas wisatawan asing yang berkunjung berasal dari Eropa yaitu paling banyak dari Prancis, Jerman, Italia dan Spanyol.

Adapun rute penerbangan yang dilalui turis dari Benua Biru itu adalah melalui wilayah Timur Tengah yang saat ini rawan gangguan, sehingga berdampak kepada industri pariwisata.

Di sisi lain, ia mengakui perang Iran-Amerika Serikat dan Israel itu berdampak kepada tingkat kunjungan harian yang menurun dari rata-rata sekitar 1.500 pengunjung wisatawan mancanegara menjadi sekitar 1.200 orang per hari.

Sedangkan, kunjungan wisatawan asing di Bali secara umum berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali juga mengalami penurunan.

BPS Bali mendata selama Januari-Mei 2026 kunjungan turis asing mencapai 2,59 juta atau turun 1,77 persen dibandingkan periode sama 2025 mencapai 2,64 juta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Peringati Hari Ozon Sedunia, Jakarta Padamkan Lampu Selama 60 Menit Malam Ini

Peringati Hari Ozon Sedunia, Jakarta Padamkan Lampu Selama 60 Menit Malam Ini

19 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.