Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemarau Belum Berakhir, 2.592 Hektare Sawah di Bekasi Sudah Dilanda Kekeringan

📅 Rabu, 29 Jul 2026, 02:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemarau Belum Berakhir, 2.592 Hektare Sawah di Bekasi Sudah Dilanda Kekeringan Doc: Antara
Ket. Hamparan areal persawahan terdampak kekeringan di wilayah Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Selasa (28/7).

Kabupaten Bekasi - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mencatat 2.592 hektare lahan pertanian di wilayahnya mengalami kekeringan sepanjang musim kemarau ini, bahkan berpotensi meluas mengingat kemarau diprediksi masih berlangsung hingga September 2026.

"Data ini bersifat sementara dan berpotensi meluas seiring siklus musim kemarau berlangsung. Kami masih terus mendata di lapangan," kata Sub Koordinator Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Dodo Hadi Triwardoyo di Cikarang, Selasa (28/7).

Dia menjelaskan kekeringan pada areal persawahan dipicu krisis air pada saluran irigasi, sehingga memaksa sebagian petani memanen padi lebih awal untuk mengurangi kerugian materi.

Lahan pertanian terdampak kekeringan tersebar di sejumlah titik didominasi wilayah utara Kabupaten Bekasi mencakup Kecamatan Pebayuran, Tambelang, Cabangbungin, Sukatani dan Sukawangi. Wilayah tersebut merupakan kawasan sawah irigasi teknis yang mengalami penurunan pasokan air.

Sementara sebagian wilayah selatan turut mengalami kondisi serupa seperti di Kecamatan Serang Baru, Cibarusah dan Bojongmangu. Wilayah tersebut masuk dalam kategori rawan terdampak kekeringan karena didominasi sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada intensitas curah hujan.

Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi telah menyiapkan langkah mitigasi guna menekan dampak kekeringan dengan menerbitkan surat imbauan kepada petani agar meningkatkan kewaspadaan terhadap musim kemarau, memetakan wilayah rawan kekeringan serta mendata ketersediaan pompa maupun sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk irigasi darurat.

Pemerintah daerah juga telah menyiapkan bantuan melalui skema program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dengan target perlindungan seluas 1.500 hektare guna mengurangi risiko kerugian petani akibat bencana kekeringan.

Dodo mengimbau petani di daerah berstatus sulit mendapatkan pasokan air agar beralih menanam komoditas untuk sementara dari tanaman padi menjadi hortikultura yang membutuhkan air lebih sedikit.

Di sisi lain, koordinasi terus dilakukan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perum Jasa Tirta (PJT) II, Kementerian Pekerjaan Umum serta perangkat daerah bidang sumber daya air di tingkat provinsi dan kabupaten untuk memasifkan kegiatan normalisasi saluran irigasi teknis yang mengalami penurunan fungsi.

"Kami berharap langkah-langkah tersebut dapat meminimalkan luas lahan yang terdampak sekaligus menjaga produktivitas pertanian selama musim kemarau berlangsung agar petani-petani kita tetap dapat menggarap lahan secara optimal," kata Dodo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.