Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

HET MINYAKITA Tetap Rp15.700 per Liter, Mendag Kebut Distribusi Lewat Bulog dan ID FOOD

📅 Kamis, 18 Jun 2026, 17:55 WIB | Oleh:
HET MINYAKITA Tetap Rp15.700 per Liter, Mendag Kebut Distribusi Lewat Bulog dan ID FOOD Doc: Kemendag
Ket. Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan pemerintah tidak akan menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng merek MINYAKITA yang saat ini tetap berada di angka Rp15.700 per liter. Pemerintah memilih fokus memperkuat distribusi agar produk tersebut semakin mudah dijangkau masyarakat di berbagai daerah.

JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan pemerintah tidak akan menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng merek MINYAKITA yang saat ini tetap berada di angka Rp15.700 per liter. Pemerintah memilih fokus memperkuat distribusi agar produk tersebut semakin mudah dijangkau masyarakat di berbagai daerah.

Penguatan distribusi dilakukan dengan melibatkan badan usaha milik negara (BUMN) sektor pangan, yakni Bulog dan ID FOOD. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan distribusi sekaligus menjaga ketersediaan pasokan MINYAKITA di pasar rakyat.

Mendag yang akrab disapa Busan itu menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga minyak goreng di tengah kebutuhan masyarakat yang tetap tinggi. Selain menjaga harga tetap terjangkau, pemerintah juga berupaya memastikan distribusi berjalan lebih merata hingga ke daerah.

"Sampai saat ini, tidak ada kenaikan HET MINYAKITA, masih Rp15.700 per liter. Kami saat ini akan fokus pada distribusi MINYAKITA ke pasar-pasar rakyat melalui BUMN pangan seperti Bulog dan ID FOOD. Kami harap, MINYAKITA akan semakin banyak di pasar," ujar Budi Santoso.

Selain memperkuat distribusi, pemerintah juga melakukan penyesuaian terkait kebutuhan minyak goreng untuk program bantuan pangan. Ke depan, pasokan bantuan pangan tidak lagi sepenuhnya menggunakan MINYAKITA, melainkan dapat memanfaatkan merek minyak goreng lain yang tersedia di pasaran.

Menurut Mendag, langkah tersebut dilakukan agar ketersediaan MINYAKITA di pasar rakyat tetap terjaga dan tidak terganggu oleh kebutuhan program bantuan pemerintah. Mekanisme pelaksanaannya akan dibahas lebih lanjut bersama para produsen minyak goreng.

"Kalau kemarin sebagian dipakai untuk bantuan pangan, selanjutnya akan menggunakan merek lain. Detailnya akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan produsen," katanya.

Pemerintah juga meminta para produsen untuk meningkatkan produksi minyak goreng merek alternatif atau second brand. Kehadiran produk-produk tersebut diharapkan dapat menjadi pendamping MINYAKITA sekaligus memberikan lebih banyak pilihan minyak goreng dengan harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keseimbangan pasokan di pasar. Dengan semakin banyaknya produk minyak goreng alternatif yang tersedia, masyarakat memiliki lebih banyak opsi tanpa harus bergantung pada satu merek tertentu.

"Kami juga meminta para produsen untuk memproduksi lebih banyak minyak goreng second brand. Sekarang pun, sudah banyak di pasar rakyat, tidak hanya MINYAKITA. Jadi sudah mudah untuk didapatkan," ujar Mendag.

Pemerintah berharap sinergi antara kementerian, BUMN pangan, dan pelaku industri minyak goreng dapat menjaga stabilitas pasokan serta harga di tingkat konsumen. Dengan distribusi yang lebih luas dan pilihan produk yang semakin beragam, kebutuhan minyak goreng masyarakat diharapkan tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Luar Negeri
Topan Dujuan Terjang Wilaya...

Perubahan APBD Tahun Ini Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
Perubahan APBD Tahun Ini Di...
Megapolitan
Siap-siap Hadapi Bencana Hi...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.