Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gawat! Harga Beras Kian Mahal, BPS Ungkap Kenaikan Belum Berhenti

📅 Selasa, 04 Agu 2026, 17:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gawat! Harga Beras Kian Mahal, BPS Ungkap Kenaikan Belum Berhenti Doc: ANTARA/ Nirkomala.
Ket. Salah seorang konsumen melihat harga beras kemasan premium di salah satu retail di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

JAKARTA – Harga beras medium maupun premium yang masih bertahan tinggi menunjukkan bahwa tekanan pada pasar pangan belum sepenuhnya mereda, meski pasokan mulai membaik di sejumlah wilayah.

Kondisi ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor seperti biaya produksi, distribusi, stok, serta dinamika musim yang memengaruhi hasil panen.

Jika berlangsung dalam jangka panjang, harga beras yang tinggi berpotensi menekan daya beli masyarakat dan mendorong inflasi pangan, sehingga stabilisasi pasokan serta penguatan distribusi menjadi kunci untuk menjaga keterjangkauan harga.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras medium maupun premium masih mengalami kenaikan hingga pekan kelima Juli 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan tren kenaikan tersebut telah berlangsung sejak Februari 2026.

"Sejak bulan Februari sampai dengan minggu kelima Juli, beras selalu mengalami peningkatan harga untuk beras medium dan juga beras premium. Harga beras medium naik 0,50 persen dan beras premium naik 0,52 persen," kata Ateng dalam Rapat Koordinasi Inflasi Daerah dipantau secara daring di Jakarta, Selasa (4/8).

BPS mencatat rata-rata harga beras medium secara nasional pada pekan kelima Juli 2026 mencapai Rp14.489 per kilogram, meningkat dari Rp14.417 per kilogram pada Juni 2026.

Sementara itu, rata-rata harga beras premium mencapai Rp16.330 per kilogram, naik dibandingkan Juni 2026 yang tercatat Rp16.245 per kilogram.

BPS juga mencatat bahwa kenaikan harga beras ini terjadi di 155 kabupaten/kota, lebih banyak dibandingkan dengan minggu sebelumnya yang tercatat di 152 kabupaten/kota.

"Beras semakin mengalami peningkatan jumlah kabupaten/kota-nya. Di minggu yang lalu ada 152, sekarang 155 kabupaten/kota," ujar Ateng.

Kota Langsa menjadi daerah dengan kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) tertinggi, yakni 6,23 persen. Kenaikan sekitar 5 persen juga terjadi di Kabupaten Tambrauw, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Kaur.

Selanjutnya, Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Maluku Barat Daya hingga Kabupaten Serdang Bedagai juga mencatat kenaikan IPH beras pada kisaran 4-5 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Daerah
Kualitas Udara Pontianak Ca...
Nasional
Perkuat Peran Posyandu untu...

AS Undang Putin Hadiri KTT G20 di Klub Golf Trump

41 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
AS Undang Putin Hadiri KTT ...
Olahraga
Thailand Berambisi Besar Ju...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.