Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Telkom Percepat Transformasi Digital, Spin-Off InfraCo Tahap 2 Senilai Rp49,9 Triliun Perkuat InfraNexia

📅 Sabtu, 08 Agu 2026, 00:55 WIB | Oleh:
Telkom Percepat Transformasi Digital, Spin-Off InfraCo Tahap 2 Senilai Rp49,9 Triliun Perkuat InfraNexia Doc: Telkom
Ket. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus mempercepat transformasi bisnis melalui pelaksanaan Spin-Off InfraCo Tahap 2 dengan nilai transaksi mencapai Rp49,9 triliun. Langkah strategis ini dilakukan setelah penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 1 yang efektif berlaku sejak Januari 2026.

JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus mempercepat transformasi bisnis melalui pelaksanaan Spin-Off InfraCo Tahap 2 dengan nilai transaksi mencapai Rp49,9 triliun. Langkah strategis ini dilakukan setelah penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 1 yang efektif berlaku sejak Januari 2026 dan menjadi fondasi penguatan PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) sebagai penyedia infrastruktur digital wholesale yang netral, andal, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

Transformasi tersebut dilakukan untuk memperkuat pengelolaan aset infrastruktur digital sekaligus membuka peluang kemitraan strategis yang lebih luas. Seiring perubahan tersebut, InfraNexia juga mencatatkan pertumbuhan bisnis positif melalui peningkatan kolaborasi dengan pelanggan eksternal, penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan kualitas layanan, serta optimalisasi operational excellence.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan Spin-Off InfraCo Tahap 2 menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi bisnis TelkomGroup. Langkah tersebut juga sejalan dengan inisiatif Danantara Asset Management dalam mengonsolidasikan aset-aset BUMN agar lebih fokus dan bernilai tambah.

"Spin-Off InfraCo Tahap 2 sebagai langkah strategis dalam perjalanan transformasi TLKM 30 untuk memperkuat InfraNexia sebagai mesin pertumbuhan baru, yang akan meningkatkan kapabilitas layanan infrastruktur, mengoptimalkan efisiensi bisnis, serta membuka peluang kemitraan strategis guna mendukung percepatan konektivitas digital nasional," ujar Dian.

Setelah proses pengalihan portofolio bisnis dan aset selesai, InfraNexia akan menguasai lebih dari 90 persen total aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya dimiliki Telkom. Aset tersebut meliputi jaringan akses pelanggan, core backbone, hingga berbagai infrastruktur pendukung lainnya yang memperkuat layanan konektivitas digital nasional.

Secara keseluruhan, InfraNexia nantinya mengelola sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optik, termasuk 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik yang membentang di seluruh Indonesia. Dengan kapasitas tersebut, perusahaan diproyeksikan semakin memperkuat perannya sebagai penyedia layanan wholesale connectivity yang mendukung kebutuhan industri telekomunikasi nasional.

Dian menegaskan transformasi tersebut tidak hanya berfokus pada penguatan bisnis, tetapi juga peningkatan pengalaman pelanggan. Melalui entitas yang lebih fokus, Telkom optimistis mampu menghadirkan layanan yang lebih cepat, andal, dan berkualitas.

"Spin-Off InfraCo Tahap 2 merupakan strategic initiative dari TelkomGroup yang tidak hanya bertujuan untuk menghadirkan bisnis infrastruktur yang lebih fokus, agile, dan berdaya saing. Dengan kehadiran InfraNexia kami optimistis dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat, andal, dan berkualitas sehingga mampu memberikan customer experience yang terbaik bagi pelanggan," jelas Dian.

Transformasi ini menjadi bagian dari implementasi strategi TLKM 30 yang menitikberatkan pada optimalisasi aset strategis seperti data center, menara telekomunikasi, dan jaringan fiber optik. Melalui langkah tersebut, Telkom berharap dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperluas peluang investasi, sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan bisnis baru dalam jangka panjang.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menyebut pembentukan InfraNexia merupakan implementasi nyata penataan portofolio bisnis TelkomGroup. Menurutnya, perusahaan akan memiliki fleksibilitas lebih besar dalam mengembangkan kemitraan sekaligus memperkuat posisi Telkom di industri infrastruktur digital.

"Spin-Off InfraCo Tahap 2 merupakan implementasi nyata dari strategi penataan portofolio TelkomGroup untuk membangun bisnis digital infrastruktur yang memiliki proposisi nilai lebih kuat. Melalui pembentukan InfraNexia, Telkom tidak hanya mengoptimalkan pemanfaatan aset dan meningkatkan fleksibilitas dalam mengembangkan peluang kemitraan, tetapi juga menciptakan fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh portofolio bisnis TelkomGroup," kata Seno.

Meski mayoritas saham InfraNexia masih dimiliki Telkom, perusahaan akan tetap beroperasi secara profesional dalam melayani seluruh pelanggan tanpa membedakan operator. Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan layanan konektivitas yang semakin berkualitas sekaligus mendukung pemerataan akses fixed broadband di berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf mengatakan penyelesaian spin-off menjadi fondasi penting bagi perusahaan dalam memperkuat bisnis wholesale connectivity. Perusahaan juga telah mempercepat modernisasi jaringan dan implementasi autonomous network guna mendukung perkembangan teknologi AI, cloud, serta data center di Indonesia.

"Kami optimistis penyelesaian spin-off ini semakin memperkokoh InfraNexia sebagai penyedia infrastruktur konektivitas wholesale yang netral dan andal. Dengan integrasi aset yang semakin matang, kami akan memperkuat layanan utama kami mulai dari 5G backhaul, wholesale network dan FTTx, hingga passive infrastructure sharing," ujar Lukman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Dinas Pertanian Babel Inten...
Olahraga
Alwi Farhan Gagal Melanjutk...
Advertisement
Luar Biasa Pencapaian Amri/Nita, Lolos ke Partai Puncak, Gulung Ganda Utama Tiongkok

Luar Biasa Pencapaian Amri/Nita, Lolos ke Partai Puncak, Gulung Ganda Utama Tiongkok

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.