Harga Bawang Putih di 248 Daerah Naik, Bapanas Minta Pemda Bereskan Akurasi Pengawasan
📅 Rabu, 05 Agu 2026, 11:20 WIB | Oleh: Tim RedaksiJAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan kondisi inflasi pangan nasional saat ini masih terkendali dengan baik, seiring langkah-langkah konkret yang terus diperkuat pemerintah untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga, khususnya komoditas bawang putih yang belakangan menjadi sorotan.
Hal itu disampaikan Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas Brigjen Pol. Hermawan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, Selasa (4/8).
"Inflasi pangan saat ini masih dalam kondisi yang baik dan tertangani dengan baik. Namun pengendaliannya tidak cukup hanya dengan menahan kenaikan harga di tingkat konsumen, tetapi juga harus mampu melindungi harga di tingkat produsen agar petani dan peternak tetap memperoleh keuntungan yang wajar," ujar Hermawan.
Secara umum, terkendalinya inflasi pangan juga ditopang oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang menyumbang deflasi. Komoditas yang menjadi penyumbang utama deflasi tersebut di antaranya cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, dan tomat.
Hermawan menjelaskan, merespons kenaikan harga bawang putih yang sempat memicu tekanan inflasi sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), pemerintah telah menggelar dua rapat koordinasi dalam waktu berdekatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rakor pertama dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Polri (Wakapolri), dengan melibatkan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian serta unsur terkait lainnya. Rakor ini berfokus pada percepatan produksi bawang putih dalam negeri agar pasokan domestik lebih terjamin ke depannya.
Rakor kedua digelar Bapanas bersama sejumlah unsur terkait, membahas perkembangan pasokan di dua pasar induk utama. Di Pasar Induk Kramat Jati, pasokan bawang putih tercatat mencapai 109 ton, naik 153,49 persen, dengan harga relatif stabil di kisaran Rp23.000 per kilogram. Sementara di Pasar Induk Tanah Tinggi, harga juga terpantau stabil pada kisaran Rp29.000 per kilogram.
Kondisi tersebut sejalan dengan penegasan Kepala Bapanas Amran Sulaiman bahwa ketersediaan bawang putih secara nasional berada dalam kondisi aman. "Pasokan lebih dari cukup. Beras aman, ayam aman, daging aman, telur aman, bawang putih aman. Tinggal pengawasan agar tidak ada segelintir orang yang mencoba bermain harga," jelas Amran saat sidak di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (20/2).
Sebaiknya Anda baca juga:
"Meski pasokan dan harga di kedua pasar induk relatif terkendali, ada masukan dari distributor terkait pengaturan kuota impor. Keterbatasan pasokan berpotensi menekan ruang distribusi dan marjin usaha apabila kenaikan harga tidak dapat diteruskan kepada pedagang maupun konsumen," tambah Hermawan.
Ratusan Daerah
Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga bawang putih pada bulan Juli tercatat sebanyak 248 kabupaten/kota. Kendati demikian, angka ini sudah menunjukkan penurunan dibandingkan bulan sebelumnya pada Juni yang mencapai 261 kabupaten/kota.
Bapanas turut meminta pemerintah daerah memperbaiki akurasi pemantauan harga bawang putih dengan membedakan secara jelas antara jenis honan/bonggol (masih utuh, belum dipisah per siung) dan kating (sudah dipisah per siung, bahkan ada yang telah dikupas). Menurut Hermawan, kedua jenis ini memiliki karakteristik dan tingkat harga yang berbeda sehingga pencatatannya tidak bisa disamakan.
Sebagai tindak lanjut, BUMN Pangan diminta melakukan intervensi distribusi dan pasokan, khususnya di wilayah dengan harga bawang putih yang masih jauh di atas harga acuan. Pemerintah daerah juga diminta terlibat aktif melakukan intervensi yang tepat lokasi, tepat waktu, dan berbasis kondisi riil pasokan di lapangan.
Selain bawang putih, Bapanas memaparkan data harga rata-rata nasional pangan pokok dan strategis di tingkat produsen yang menunjukkan dua tantangan berbeda yakni komoditas yang mengalami tekanan kenaikan harga, dan komoditas yang harganya justru berada di bawah harga acuan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!