Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Makassar: Sejumlah Negara Jajaki Kerja Sama Komoditas dan Pariwisata Sulsel.

📅 Selasa, 30 Jun 2026, 10:49 WIB | Oleh:
Pemkot Makassar: Sejumlah Negara Jajaki Kerja Sama Komoditas dan Pariwisata Sulsel. Doc: Antara Foto
Ket. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama puluhan delegasi dari berbagai negara yang mengikuti IGS 2026 di Makassar, Sulsel.

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mencatat sejumlah negara tengah menjajaki kerja sama untuk beberapa komoditas yang dimiliki Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga sektor pariwisata pasca-penyelenggaraan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 di Kota Makassar.

Kepala Bagian Kerja Sama Sekretariat Daerah (Setda) Kota Makassar Andi Zulfitra Dianta, di Makassar, Senin (29/6), menyebut delegasi perwakilan Fiji menunjukkan ketertarikan terhadap produk palm sugar (gula aren atau gula semut) yang diproduksi UMKM di Sulsel.

"Produk gula aren asal Sulawesi Selatan, memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor bernilai tambah," kata dia.

Ketertarikan tersebut berkaitan dengan upaya negara Fiji mencari alternatif pemanis yang lebih sehat untuk membantu menekan tingginya angka penderita diabetes di negaranya.

Produk kopi asal Sulsel juga menjadi komoditas yang paling banyak diminati para delegasi.

Produsen seperti TOARCO Jaya, Kopi Leluhur, Kandora Coffee, dan Kopi Setia menarik perhatian perwakilan Filipina, Ukraina, Venezuela, Fiji, Laos, Kuba, hingga Tunisia,

Peluang dengan Tunisia, pembahasan lebih diarahkan pada perdagangan komoditas, khususnya kurma, serta penjajakan investasi melalui pertemuan dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Kurma merupakan salah satu komoditas dengan permintaan tinggi di pasar Indonesia, sehingga membuka peluang kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan.

Sementara dengan Malaysia, pembahasan difokuskan pada pertukaran budaya (cultural exchange) serta promosi sektor pariwisata.

Delegasi Malaysia menilai Makassar memiliki kekayaan budaya dan destinasi wisata yang potensial untuk dipromosikan melalui berbagai program kolaboratif.

"Tren wisata global yang kini mengarah pada pengalaman autentik dinilai menjadi peluang besar bagi Makassar untuk menawarkan wisata berbasis budaya, sejarah, hingga kuliner," ujar Andi Zulfitra.

Menurut Andi Zulfitra, penyelenggaraan Indonesia Gastrodiplomacy Series membuktikan bahwa diplomasi melalui kuliner mampu menjadi instrumen efektif untuk memperkuat hubungan internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Baznas Bekasi Kucurkan Rp1 ...
Daerah
Cegah Antrean Panjang, Poli...
Daerah
Ribuan Warga Pacitan Mengge...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.