Rahasia Dominasi Tangan Kanan Terungkap dari Jejak Manusia Purba
📅 Selasa, 02 Jun 2026, 07:18 WIB | Oleh: Haryo BronoSAAT menggenggam pena, mengaduk kopi, menggunakan gunting, atau melempar bola, sebagian besar manusia melakukannya dengan tangan kanan. Kebiasaan ini begitu umum sehingga sering dianggap sebagai sesuatu yang alami dan tidak perlu dipertanyakan.
Namun, bagi para ilmuwan, dominasi tangan kanan merupakan salah satu misteri evolusi yang telah lama menarik perhatian. Mengapa sekitar 90 persen populasi manusia lebih memilih tangan kanan, sementara hanya sebagian kecil yang kidal? Jika penggunaan tangan kiri dan kanan pada dasarnya memiliki peluang yang sama seperti lemparan koin, mengapa hasil akhirnya begitu tidak seimbang?
Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Universitas Oxford dan Universitas Reading di Inggris mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan menggunakan tangan kanan kemungkinan besar bukan sekadar hasil genetika modern, melainkan produk dari perjalanan evolusi yang berlangsung selama jutaan tahun.
Temuan tersebut mengarah pada dua perubahan besar yang membentuk manusia modern: kemampuan berjalan tegak dengan dua kaki dan perkembangan otak yang semakin besar.
“Ini adalah studi pertama yang menguji beberapa hipotesis utama tentang kecenderungan penggunaan tangan pada manusia dalam satu kerangka kerja,” kata Thomas Püschel, antropolog evolusi dari Universitas Oxford, dikutip dari Science Alert.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, dengan membandingkan berbagai spesies primata yang masih hidup saat ini, para peneliti dapat melacak bagaimana perilaku penggunaan tangan berkembang sepanjang sejarah evolusi dan menemukan ciri-ciri yang unik pada manusia.
Sejak Dalam Kandungan
Ketertarikan ilmuwan terhadap dominasi tangan sebenarnya bukan hal baru. Selama beberapa dekade, penelitian telah menunjukkan bahwa kecenderungan seseorang menjadi kidal atau tidak kidal memiliki komponen biologis yang kuat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bahkan, sejumlah penelitian menemukan bahwa janin manusia telah menunjukkan preferensi terhadap salah satu tangan sejak usia sekitar delapan minggu di dalam kandungan. Pada tahap perkembangan yang sangat dini itu, sebagian janin terlihat lebih sering menggerakkan tangan kanan, sementara sebagian lainnya lebih sering menggunakan tangan kiri.
Fakta tersebut menunjukkan bahwa dominasi tangan bukan sekadar hasil kebiasaan atau pengaruh lingkungan setelah lahir. Meski demikian, genetika ternyata bukan satu-satunya jawaban. Jika kecenderungan tersebut sudah tertanam dalam tubuh manusia modern, pertanyaan berikutnya adalah kapan sifat itu pertama kali muncul dalam sejarah evolusi manusia.
Petunjuk awal datang dari dunia arkeologi. Pada 2016, para peneliti menemukan bukti bahwa hominin—kelompok kera besar yang mencakup manusia modern dan seluruh kerabat purba yang lebih dekat kepada manusia dibanding simpanse—telah menunjukkan dominasi tangan kanan sekitar 1,8 juta tahun lalu.
Jejak tersebut ditemukan melalui analisis alat batu dan bekas goresan pada fosil gigi yang menunjukkan pola penggunaan tangan tertentu. Temuan itu menandakan bahwa preferensi terhadap tangan kanan bukanlah fenomena baru, melainkan warisan yang telah menemani nenek moyang manusia selama rentang waktu yang sangat panjang.
41 Spesies Primata
Untuk memahami asal-usul dominasi tangan secara lebih mendalam, para ilmuwan melakukan meta-analisis terhadap data lebih dari 2.000 individu dari 41 spesies primata, mulai dari monyet hingga kera besar, termasuk manusia. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan model statistik yang mempertimbangkan hubungan evolusi antarspesies.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!