Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rahasia Dominasi Tangan Kanan Terungkap dari Jejak Manusia Purba

📅 Selasa, 02 Jun 2026, 07:18 WIB | Oleh:

Pendekatan ini memungkinkan para peneliti untuk melihat apakah pola penggunaan tangan tertentu muncul secara konsisten dalam pohon keluarga primata dan faktor biologis apa yang mungkin mendorongnya. Hasilnya cukup mengejutkan.

Sebagian besar spesies primata ternyata tidak memiliki preferensi yang kuat terhadap salah satu tangan. Banyak spesies menggunakan tangan kanan dan kiri dengan frekuensi yang relatif seimbang satu sama lain. Dengan kata lain, dominasi tangan yang sangat kuat seperti yang terlihat pada manusia merupakan sesuatu yang tidak biasa di dunia primata.

Manusia muncul sebagai pengecualian yang mencolok. Jika pada banyak spesies primata perbedaan penggunaan tangan kanan dan kiri relatif kecil, pada manusia ketimpangan itu sangat jelas. Sekitar sembilan dari sepuluh orang lebih mengandalkan tangan kanan dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

Menariknya, manusia bukan satu-satunya spesies yang menunjukkan kecenderungan tersebut. Lutung Jawa Timur (Trachypithecus auratus) bahkan menunjukkan bias tangan kanan yang sedikit lebih kuat dibanding manusia. Namun secara keseluruhan, dominasi tangan pada primata tetap jauh lebih lemah dibanding yang ditemukan pada Homo sapiens.

Sebaliknya, beberapa spesies justru menunjukkan kecenderungan ringan menggunakan tangan kiri mereka. Orangutan dan sejumlah monyet berhidung pesek termasuk dalam kelompok tersebut.

Ketika Nenek Moyang ­Manusia Berdiri Tegak

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan mengajukan berbagai teori untuk menjelaskan asal-usul dominasi tangan. Ada yang berpendapat bahwa kebiasaan tersebut muncul ketika nenek moyang manusia mulai membuat alat batu. Teori lain mengaitkannya dengan perubahan ukuran tubuh atau perkembangan otak.

Namun, hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa faktor yang paling kuat terkait dengan dominasi tangan adalah bipedalisme—kemampuan berjalan menggunakan dua kaki—dan ukuran otak. Sekitar enam hingga tujuh juta tahun lalu, garis keturunan manusia mulai berpisah dari leluhur bersama dengan simpanse. Salah satu perubahan terbesar yang terjadi setelah itu adalah kemampuan berjalan tegak.

Bagi manusia purba, berjalan dengan dua kaki memberikan keuntungan besar. Mereka dapat melihat lebih jauh melintasi padang rumput, bergerak lebih efisien, serta membawa makanan atau anak saat berpindah tempat.

Namun, perubahan tersebut juga membawa konsekuensi penting lainnya: kedua tangan tidak lagi digunakan sebagai alat utama untuk bergerak. Untuk pertama kalinya dalam sejarah evolusi, tangan menjadi bebas melakukan fungsi-fungsi lain.

Seiring waktu, tangan berkembang menjadi alat yang sangat presisi. Jari-jari menjadi lebih terampil, koordinasi motorik semakin halus, dan kemampuan memanipulasi objek meningkat secara signifikan.

Para peneliti menduga bahwa pada tahap inilah preferensi terhadap salah satu tangan mulai berkembang. Memiliki satu tangan yang lebih dominan kemungkinan memberikan keuntungan dalam melakukan tugas-tugas kompleks seperti memegang alat, memotong makanan, atau membuat perkakas.

Di dunia hewan, fenomena serupa sebenarnya tidak asing. Banyak spesies menunjukkan preferensi terhadap satu sisi tubuh tertentu, baik mata, kaki, maupun anggota tubuh lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa hewan yang memiliki spesialisasi semacam itu sering kali mampu melakukan tugas-tugas penting dengan lebih efisien dibanding hewan yang tidak memiliki preferensi tertentu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
Advertisement
gaia musik festival
Olahraga
The Blues Sambangi Indonesi...
Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

07 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.