Direktur, PT Pelita Promo Internusa Sofianto Widjaja memberikan pidato sebelum memberikan keterangan pers Jepang pameran Global Printing & Packaging Expo (GPPE) di NICE, Tanggerang, Selasa (7/10). GPPE 2026 berkembang menjadi platform yang lebih komprehensif, mengintegrasikan Label & Carton Box Expo untuk mendukung transformasi digital Indonesia yang lebih luas, yang diperkirakan akan melonjak pada CAGR 19,44% hingga tahun 2029 [Mordor Intelligence]. Perkembangan ini membekali para pelaku pasar dengan perangkat untuk berkembang di sektor di mana kemasan fleksibel diperkirakan akan meningkat dari USD 4,58 miliar pada tahun 2025 menjadi USD 5,77 miliar pada tahun 2030 [Mordor Intelligence], dengan menekankan inovasi ramah lingkungan di tengah meningkatnya kekhawatiran lingkungan dan desakan regulasi untuk daur ulang.
Direktur, PT Pelita Promo Internusa Sofianto Widjaja memberikan pidato sebelum memberikan keterangan pers Jepang pameran Global Printing & Packaging Expo (GPPE) di NICE, Tanggerang, Selasa (7/10). GPPE 2026 berkembang menjadi platform yang lebih komprehensif, mengintegrasikan Label & Carton Box Expo untuk mendukung transformasi digital Indonesia yang lebih luas, yang diperkirakan akan melonjak pada CAGR 19,44% hingga tahun 2029 [Mordor Intelligence]. Perkembangan ini membekali para pelaku pasar dengan perangkat untuk berkembang di sektor di mana kemasan fleksibel diperkirakan akan meningkat dari USD 4,58 miliar pada tahun 2025 menjadi USD 5,77 miliar pada tahun 2030 [Mordor Intelligence], dengan menekankan inovasi ramah lingkungan di tengah meningkatnya kekhawatiran lingkungan dan desakan regulasi untuk daur ulang.
Ketua Komite Teknis 37-01 Teknologi Grafika, BSN (Badan Standardisasi Nasional) Clay Wala (kiri) bersama Ketua, PITTSINDO (Perhimpunan Industri Tinta Cetak Seluruh Indonesia) Daniel Kenny (kanan) , Ketua, ATGMI (Asosiasi Teknik Grafika dan Media Indonesia) Herman Pratomo (tengah) saat memberikan keterangan pers Jepang pameran Global Printing & Packaging Expo (GPPE) di NICE, Tanggerang, Selasa (7/10). GPPE 2026 berkembang menjadi platform yang lebih komprehensif, mengintegrasikan Label & Carton Box Expo untuk mendukung transformasi digital Indonesia yang lebih luas, yang diperkirakan akan melonjak pada CAGR 19,44% hingga tahun 2029 [Mordor Intelligence]. Perkembangan ini membekali para pelaku pasar dengan perangkat untuk berkembang di sektor di mana kemasan fleksibel diperkirakan akan meningkat dari USD 4,58 miliar pada tahun 2025 menjadi USD 5,77 miliar pada tahun 2030 [Mordor Intelligence], dengan menekankan inovasi ramah lingkungan di tengah meningkatnya kekhawatiran lingkungan dan desakan regulasi untuk daur ulang.
Ketua Komite Teknis 37-01 Teknologi Grafika, BSN (Badan Standardisasi Nasional) Clay Wala (kiri) bersama Partnership & Promotion Director, IPF (Indonesia Packaging Federation) Hari Noegroho (kedua kiri) Ketua, PITTSINDO (Perhimpunan Industri Tinta Cetak Seluruh Indonesia) Daniel Kenny (ketiga kiri) berfoto bersama saat memberikan keterangan pers Jepang pameran Global Printing & Packaging Expo (GPPE) di NICE, Tanggerang, Selasa (7/10). GPPE 2026 berkembang menjadi platform yang lebih komprehensif, mengintegrasikan Label & Carton Box Expo untuk mendukung transformasi digital Indonesia yang lebih luas, yang diperkirakan akan melonjak pada CAGR 19,44% hingga tahun 2029 [Mordor Intelligence]. Perkembangan ini membekali para pelaku pasar dengan perangkat untuk berkembang di sektor di mana kemasan fleksibel diperkirakan akan meningkat dari USD 4,58 miliar pada tahun 2025 menjadi USD 5,77 miliar pada tahun 2030 [Mordor Intelligence], dengan menekankan inovasi ramah lingkungan di tengah meningkatnya kekhawatiran lingkungan dan desakan regulasi untuk daur ulang.
(kiri-kanan) Ketua Komite Teknis 37-01 Teknologi Grafika, BSN (Badan Standardisasi Nasional) Clay Wala bersama Partnership & Promotion Director, IPF (Indonesia Packaging Federation) Hari Noegroho, Ketua, PITTSINDO (Perhimpunan Industri Tinta Cetak Seluruh Indonesia) Daniel Kenny, Managing Director, NICE (Nusantara International Convention Exhibition) Ryan Adrian, Ketua, ATGMI (Asosiasi Teknik Grafika dan Media Indonesia) Herman Pratomo, Direktur, PT Pelita Promo Internusa Sofianto Widjaja dan Project manager GPPE Rismin berfoto bersama saat memberikan keterangan pers Jepang pameran Global Printing & Packaging Expo (GPPE) di NICE, Tanggerang, Selasa (7/10). GPPE 2026 berkembang menjadi platform yang lebih komprehensif, mengintegrasikan Label & Carton Box Expo untuk mendukung transformasi digital Indonesia yang lebih luas, yang diperkirakan akan melonjak pada CAGR 19,44% hingga tahun 2029 [Mordor Intelligence]. Perkembangan ini membekali para pelaku pasar dengan perangkat untuk berkembang di sektor di mana kemasan fleksibel diperkirakan akan meningkat dari USD 4,58 miliar pada tahun 2025 menjadi USD 5,77 miliar pada tahun 2030 [Mordor Intelligence], dengan menekankan inovasi ramah lingkungan di tengah meningkatnya kekhawatiran lingkungan dan desakan regulasi untuk daur ulang.