Foto: GPPE 2026 Tingkatkan Lanskap Percetakan dan Kemasan Indonesia dengan Peluncuran Label & Carton Box Expo
-
Ads
📅 Rabu, 08 Okt 2025, 08:52 WIB
Direktur, PT Pelita Promo Internusa Sofianto Widjaja memberikan pidato sebelum memberikan keterangan pers Jepang pameran Global Printing & Packaging Expo (GPPE) di NICE, Tanggerang, Selasa (7/10). GPPE 2026 berkembang menjadi platform yang lebih komprehensif, mengintegrasikan Label & Carton Box Expo untuk mendukung transformasi digital Indonesia yang lebih luas, yang diperkirakan akan melonjak pada CAGR 19,44% hingga tahun 2029 [Mordor Intelligence]. Perkembangan ini membekali para pelaku pasar dengan perangkat untuk berkembang di sektor di mana kemasan fleksibel diperkirakan akan meningkat dari USD 4,58 miliar pada tahun 2025 menjadi USD 5,77 miliar pada tahun 2030 [Mordor Intelligence], dengan menekankan inovasi ramah lingkungan di tengah meningkatnya kekhawatiran lingkungan dan desakan regulasi untuk daur ulang.
Direktur, PT Pelita Promo Internusa Sofianto Widjaja memberikan pidato sebelum memberikan keterangan pers Jepang pameran Global Printing & Packaging Expo (GPPE) di NICE, Tanggerang, Selasa (7/10). GPPE 2026 berkembang menjadi platform yang lebih komprehensif, mengintegrasikan Label & Carton Box Expo untuk mendukung transformasi digital Indonesia yang lebih luas, yang diperkirakan akan melonjak pada CAGR 19,44% hingga tahun 2029 [Mordor Intelligence]. Perkembangan ini membekali para pelaku pasar dengan perangkat untuk berkembang di sektor di mana kemasan fleksibel diperkirakan akan meningkat dari USD 4,58 miliar pada tahun 2025 menjadi USD 5,77 miliar pada tahun 2030 [Mordor Intelligence], dengan menekankan inovasi ramah lingkungan di tengah meningkatnya kekhawatiran lingkungan dan desakan regulasi untuk daur ulang.
Ketua Komite Teknis 37-01 Teknologi Grafika, BSN (Badan Standardisasi Nasional) Clay Wala (kiri) bersama Ketua, PITTSINDO (Perhimpunan Industri Tinta Cetak Seluruh Indonesia) Daniel Kenny (kanan) , Ketua, ATGMI (Asosiasi Teknik Grafika dan Media Indonesia) Herman Pratomo (tengah) saat memberikan keterangan pers Jepang pameran Global Printing & Packaging Expo (GPPE) di NICE, Tanggerang, Selasa (7/10). GPPE 2026 berkembang menjadi platform yang lebih komprehensif, mengintegrasikan Label & Carton Box Expo untuk mendukung transformasi digital Indonesia yang lebih luas, yang diperkirakan akan melonjak pada CAGR 19,44% hingga tahun 2029 [Mordor Intelligence]. Perkembangan ini membekali para pelaku pasar dengan perangkat untuk berkembang di sektor di mana kemasan fleksibel diperkirakan akan meningkat dari USD 4,58 miliar pada tahun 2025 menjadi USD 5,77 miliar pada tahun 2030 [Mordor Intelligence], dengan menekankan inovasi ramah lingkungan di tengah meningkatnya kekhawatiran lingkungan dan desakan regulasi untuk daur ulang.
Ketua Komite Teknis 37-01 Teknologi Grafika, BSN (Badan Standardisasi Nasional) Clay Wala (kiri) bersama Partnership & Promotion Director, IPF (Indonesia Packaging Federation) Hari Noegroho (kedua kiri) Ketua, PITTSINDO (Perhimpunan Industri Tinta Cetak Seluruh Indonesia) Daniel Kenny (ketiga kiri) berfoto bersama saat memberikan keterangan pers Jepang pameran Global Printing & Packaging Expo (GPPE) di NICE, Tanggerang, Selasa (7/10). GPPE 2026 berkembang menjadi platform yang lebih komprehensif, mengintegrasikan Label & Carton Box Expo untuk mendukung transformasi digital Indonesia yang lebih luas, yang diperkirakan akan melonjak pada CAGR 19,44% hingga tahun 2029 [Mordor Intelligence]. Perkembangan ini membekali para pelaku pasar dengan perangkat untuk berkembang di sektor di mana kemasan fleksibel diperkirakan akan meningkat dari USD 4,58 miliar pada tahun 2025 menjadi USD 5,77 miliar pada tahun 2030 [Mordor Intelligence], dengan menekankan inovasi ramah lingkungan di tengah meningkatnya kekhawatiran lingkungan dan desakan regulasi untuk daur ulang.
(kiri-kanan) Ketua Komite Teknis 37-01 Teknologi Grafika, BSN (Badan Standardisasi Nasional) Clay Wala bersama Partnership & Promotion Director, IPF (Indonesia Packaging Federation) Hari Noegroho, Ketua, PITTSINDO (Perhimpunan Industri Tinta Cetak Seluruh Indonesia) Daniel Kenny, Managing Director, NICE (Nusantara International Convention Exhibition) Ryan Adrian, Ketua, ATGMI (Asosiasi Teknik Grafika dan Media Indonesia) Herman Pratomo, Direktur, PT Pelita Promo Internusa Sofianto Widjaja dan Project manager GPPE Rismin berfoto bersama saat memberikan keterangan pers Jepang pameran Global Printing & Packaging Expo (GPPE) di NICE, Tanggerang, Selasa (7/10). GPPE 2026 berkembang menjadi platform yang lebih komprehensif, mengintegrasikan Label & Carton Box Expo untuk mendukung transformasi digital Indonesia yang lebih luas, yang diperkirakan akan melonjak pada CAGR 19,44% hingga tahun 2029 [Mordor Intelligence]. Perkembangan ini membekali para pelaku pasar dengan perangkat untuk berkembang di sektor di mana kemasan fleksibel diperkirakan akan meningkat dari USD 4,58 miliar pada tahun 2025 menjadi USD 5,77 miliar pada tahun 2030 [Mordor Intelligence], dengan menekankan inovasi ramah lingkungan di tengah meningkatnya kekhawatiran lingkungan dan desakan regulasi untuk daur ulang.
Foto: GPPE 2026 Tingkatkan Lanskap Percetakan dan Kemasan Indonesia dengan Peluncuran Label & Carton Box Expo
Doc. Koran Jakarta/Wahyu AP
Berita Foto Terbaru
Pengungkapan Narkotika Ketamin dalam Jumlah Besar di Medan
Literasi Keuangan bagi Pelajar melalui Pengenalan Keaslian Rupiah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026
Pelatihan Mengemudi Becak Listrik Digelar di Tangerang
Ganda Campuran Indonesia Raih Emas Asian Para Games 2026
Wapang TNI Tinjau Perbatasan dan Pembangunan Infrastruktur di Miangas.
Uji Coba Pendaratan Pesawat Tempur di Jalan Tol
Pemulihan sawah pascabencana di Aceh
Unjuk rasa mahasiswa dan masyarakat sipil di Semarang
Peluncuran bus listrik proyek Bali E-Mobility
Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026
Aksi desak evaluasi perdagangan pemicu karhutla
Berita Foto Terkait
Akses permodalan UMKM melalui KUR
Capaian realisasi investasi nasional
Direktur, PT Pelita Promo Internusa Sofianto Widjaja memberikan pidato sebelum memberikan keterangan pers Jepang pameran Global Printing & Packaging Expo (GPPE) di NICE, Tanggerang, Selasa (7/10). GPPE 2026 berkembang menjadi platform yang lebih komprehensif, mengintegrasikan Label & Carton Box Expo untuk mendukung transformasi digital Indonesia yang lebih luas, yang diperkirakan akan melonjak pada CAGR 19,44% hingga tahun 2029 [Mordor Intelligence]. Perkembangan ini membekali para pelaku pasar dengan perangkat untuk berkembang di sektor di mana kemasan fleksibel diperkirakan akan meningkat dari USD 4,58 miliar pada tahun 2025 menjadi USD 5,77 miliar pada tahun 2030 [Mordor Intelligence], dengan menekankan inovasi ramah lingkungan di tengah meningkatnya kekhawatiran lingkungan dan desakan regulasi untuk daur ulang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.