Unhas, Unsri, dan Undip Perkuat Edukasi HIV untuk Remaja di Ternate
📅 Sabtu, 08 Agu 2026, 04:16 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Universitas Hasanuddin (Unhas) berkolaborasi Universitas Sriwijaya (Unsri), dan Universitas Diponegoro (Undip) memperkuat upaya pencegahan Human Immunodeficiency Virus (HIV) pada tatanan remaja di SMA Mafakati Pulau Hiri, Ternate, Sulawesi Tenggara.
Ketiga kampus merupakan bagian dari Tim Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) 24 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) yang melaksanakan implementasi Program KITA SEBAYA (Kolaborasi Inovatif, Transformasi, dan Aksi Sebaya untuk Pencegahan HIV).
"Pelaksanaan program ini bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung target eliminasi AIDS tahun 2030, sekaligus memperluas akses edukasi kesehatan bagi remaja di wilayah kepulauan dan daerah 3T (Terluar, Tertinggal dan Terdepan)," urai Santi Riskiyani sebagai salah satu Tim PMKI dari Unhas melalui keterangannya yang diterima di Makassar, Jumat.
Pada kegiatan perdana ini, sebanyak 15 siswa mengikuti Pelatihan Pendidik Sebaya yang dirancang secara interaktif menggunakan metode role play (bermain peran).
Melalui simulasi berbagai situasi nyata yang sering dihadapi remaja, peserta dilatih untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, mengambil keputusan secara sehat, menghadapi tekanan teman sebaya, serta memberikan informasi yang benar mengenai HIV tanpa stigma maupun diskriminasi.
Santi menjelaskan Program KITA SEBAYA dikembangkan sebagai model pemberdayaan remaja melalui pendekatan pendidik sebaya (peer educator) yang dipadukan dengan pemanfaatan website edukasi digital.
Website KITA SEBAYA dimanfaatkan sebagai media pendukung pembelajaran sekaligus sarana evaluasi formatif untuk memantau perkembangan pemahaman peserta pada setiap sesi.
Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan literasi kesehatan, membangun efikasi diri, serta memperkuat perilaku pencegahan HIV di kalangan remaja melalui proses belajar yang lebih aktif, partisipatif, dan sesuai dengan karakteristik generasi muda.
"Pendekatan pembelajaran ini membuat peserta lebih mudah memahami materi sekaligus mengasah keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.
Selanjutnya pendidik sebaya yang telah dilatih akan mendampingi 40 siswa melalui sesi diskusi, edukasi, dan praktik yang didukung oleh website edukasi sebagai media pembelajaran mandiri serta evaluasi mingguan selama enam pekan ke depan.
Model ini dirancang agar remaja tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga bertransformasi menjadi agen perubahan yang mampu menyebarluaskan informasi kesehatan yang benar serta membangun budaya saling mengingatkan dalam mencegah perilaku berisiko.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!