Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemiskinan Jawa Barat Turun Jadi 6,54%, Tapi Ketimpangan Justru Naik.

📅 Sabtu, 08 Agu 2026, 04:07 WIB | Oleh:
Kemiskinan Jawa Barat Turun Jadi 6,54%, Tapi Ketimpangan Justru Naik. Doc: Antara Foto
Ket. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat persentase penduduk miskin per Maret 2026 berhasil menyusut menjadi 6,54 persen atau berkurang 114,23 ribu jiwa, meski di saat bersamaan angka ketimpangan pengeluaran (Gini Ratio) justru mengalami kenaikan.

Penurunan tersebut membuat total penduduk miskin di Jawa Barat kini tersisa 3,44 juta jiwa, dengan perbaikan kualitas kemiskinan yang tercermin dari turunnya Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dari 1,14 menjadi 1,04 serta Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) dari 0,27 menjadi 0,23.

Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati di Bandung, Jumat, mengungkapkan bahwa garis kemiskinan Jawa Barat per Maret 2026 ditetapkan sebesar Rp609.790 per kapita per bulan, dengan porsi komoditas makanan memegang peran dominan sebesar 74,48 persen.

"BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar untuk mengukur kemiskinan. Dengan pendekatan ini kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non makanan yang diukur menurut garis kemiskinan," kata Ari.

Beras dan rokok kretek filter menjadi dua komoditas utama penyebab kemiskinan, dengan sumbangan beras terhadap garis kemiskinan mencapai 21,33 persen di perkotaan dan 26,78 persen di perdesaan, disusul rokok sebesar 10,63 persen di kota dan 6,88 persen di desa.

Meski secara kuantitas dan kualitas kemiskinan membaik, di mana perkotaan mengalami penurunan warga miskin sebanyak 124,61 ribu orang, wilayah perdesaan justru mengalami penambahan penduduk miskin sebanyak 10,38 ribu orang (naik 0,20 persen poin).

Di samping itu, Gini Ratio Jawa Barat per Maret 2026 merangkak naik menjadi 0,413 (naik 0,016 poin dibanding September 2025), yang mempertegas bahwa jurang ketimpangan pengeluaran antar-kelompok masyarakat semakin melebar.

"Baik dari sisi kuantitas maupun kualitas, indikator kemiskinan di Jawa Barat secara umum membaik dibandingkan September 2025. Namun indikator ketimpangan mengalami kenaikan sehingga tetap perlu menjadi perhatian," tutur Ari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Kemenperin Dorong Gen Z Kembangkan Industri Batik

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.