Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Demi Selamatkan Rupiah, BI Naikkan Suku Bunga Acuan 50 Bps

📅 Rabu, 20 Mei 2026, 17:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Demi Selamatkan Rupiah, BI Naikkan Suku Bunga Acuan 50 Bps Doc: ANTARA/ Rizka Khaerunnisa
Ket. Tangkapan layar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memaparkan materi konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Mei 2026 secara daring di Jakarta, Rabu (20/4/2026).

JAKARTA – Kebijakan menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate umumnya ditempuh untuk menjaga stabilitas ekonomi, terutama saat tekanan inflasi dan gejolak nilai tukar meningkat.

Dengan suku bunga yang lebih tinggi, biaya pinjaman menjadi lebih mahal sehingga laju konsumsi dan kredit dapat melambat, yang pada akhirnya membantu meredam kenaikan harga di pasar.

Di sisi lain, kenaikan BI-Rate juga menjadi sinyal kuat bahwa bank sentral berupaya menjaga daya tarik aset keuangan domestik agar aliran modal asing tetap terjaga.

Langkah ini kerap digunakan untuk menopang stabilitas rupiah ketika tekanan eksternal, seperti penguatan dolar AS atau ketidakpastian global, meningkat.

Namun, kebijakan tersebut memiliki konsekuensi terhadap pertumbuhan ekonomi. Dunia usaha dapat menahan ekspansi karena biaya pendanaan meningkat, sementara masyarakat cenderung lebih berhati-hati dalam berbelanja maupun mengambil kredit.

Karena itu, kenaikan BI-Rate biasanya menjadi pilihan yang diambil bank sentral untuk menyeimbangkan antara menjaga stabilitas makroekonomi dan mempertahankan momentum pertumbuhan.

Bank Indonesia (BI) melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2026 yang berlangsung pada Selasa (19/5) dan Rabu (20/5) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 50 basis poin (bps) sehingga berada pada level 5,25 persen.

Suku bunga deposit facility diputuskan untuk naik 50 bps sehingga pada level 4,25 persen. Begitu pula suku bunga lending facility yang diputuskan untuk naik 50 bps sehingga pada level 6 persen.

“Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah, serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen yang ditetapkan pemerintah,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara daring di Jakarta, Rabu.

Perry menambahkan bahwa keputusan ini sejalan dengan fokus kebijakan moneter pada 2026 pada stabilitas (pro-stability) untuk memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dari dampak global.

Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendukung pertumbuhan (pro-growth).

Kebijakan makroprudensial longgar terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit pembiayaan ke sektor riil dengan tetap mempertahankan stabilitas sistem keuangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.