Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KSEI Gandeng Pegadaian, ETF Emas Bersiap Meramaikan Pasar Modal 2026

4 Jumat, 12 Jun 2026, 17:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
KSEI Gandeng Pegadaian, ETF Emas Bersiap Meramaikan Pasar Modal 2026 KSEI Gandeng Pegadaian, ETF Emas Bersiap Meramaikan Pasar Modal 2026 Doc: ANTARA/ Suriani Mappong
Ket. Ilustrasi - Emas yang banyak diminati sebagai investasi oleh masyarakat Sulsel khususnya petani komoditas ekspor seperti cengkeh dan kakao saat setelah panen.

JAKARTA – ETF emas menjadi instrumen investasi yang semakin diminati karena menawarkan eksposur terhadap pergerakan harga emas tanpa harus memiliki emas fisik.

Produk ini memberikan kemudahan transaksi, likuiditas yang relatif tinggi, serta biaya penyimpanan yang lebih rendah dibandingkan kepemilikan emas secara langsung.

Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi dan gejolak pasar keuangan, ETF emas kerap dipilih sebagai aset lindung nilai (safe haven).

Namun, kinerjanya tetap sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga emas global, suku bunga, dan sentimen investor terhadap risiko pasar.

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Pegadaian melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS), yang menandai penerapan electronic gold receipt (EGR) dan exchange traded fund (ETF) emas pada semester II 2026 di pasar modal Indonesia.

Selain itu, kerja sama kedua pihak juga menandai bahwa Pegadaian secara resmi bergabung sebagai pemegang rekening KSEI.

Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat, dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (12/6), mengatakan KSEI memberikan dukungan penuh terhadap kemajuan pasar modal Indonesia, termasuk untuk pengembangan infrastruktur maupun jalinan kolaborasi strategis dengan berbagai pihak.

Ia menyebut bergabungnya Pegadaian sebagai pemegang rekening KSEI menjadi salah satu langkah relevan untuk menyambut pengembangan EGR dan ETF emas sebagai bagian dari upaya perluasan pilihan produk investasi pasar modal Indonesia.

"Produk inovatif ini diharapkan dapat menjadi alternatif investasi yang menghubungkan karakteristik emas sebagai aset yang telah dikenal luas oleh masyarakat, dengan mekanisme investasi yang transparan dan teradministrasi dengan baik melalui infrastruktur yang telah dimiliki KSEI," ujar Samsul.

Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Selfie Dewiyanti mengatakan kerja sama ini merupakan respons nyata untuk mendukung penguatan ekosistem bullion bank di Indonesia melalui inovasi investasi terbaru berupa ETF emas.

"Meskipun instrumen keuangan berbasis emas ini tergolong baru di tanah air, skema serupa telah berkembang pesat dan terbukti maju di bursa global, salah satunya di Amerika Serikat (AS) yang mencatatkan diri sebagai pemegang porsi ETF emas terbesar di dunia," ujar Selfie.

Melalui ETF emas di pasar domestik, ia menyebut para investor kini memiliki alternatif instrumen yang memungkinkan mereka melakukan investasi emas secara mudah, aman, dan langsung melalui mekanisme perdagangan di bursa efek layaknya bertransaksi saham.

Ia melanjutkan sinergi antara kedua pihak merupakan langkah strategis yang tidak hanya memperkuat tata kelola keamanan pencatatan aset investasi, namun juga menyiapkan infrastruktur kokoh bagi ekosistem bullion Indonesia untuk melebur ke dalam pasar modal global.

"Kami berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan peran kami sebagai penyedia dan penyimpan emas terpercaya, memberikan jaminan transparansi penuh bagi para investor bahwa setiap gram emas digital yang mereka transaksikan didukung penuh oleh fisik emas yang nyata di brankas kami," ujar Selfie.

Pada 27 April 2026, OJK telah memberikan persetujuan atas permohonan PT Pegadaian untuk menjadi pemegang rekening KSEI.

Persetujuan ini menjadi landasan formal yang membuka jalan hadirnya milestone penting di pasar modal Indonesia, yaitu terbentuknya infrastruktur penyimpanan dan penyelesaian untuk efek EGR yang pertama kali diperkenalkan di Indonesia sebagai efek yang mendasari produk investasi ETF emas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Pemkot Bandung Bertekad Per...
Luar Negeri
Demokrat Amankan 219 Kursi ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Istana Nilai Dugaan Penyadapan Kepala Negara dan Sejumlah Pejabat Negara Mengarah ke Makar

Istana Nilai Dugaan Penyadapan Kepala Negara dan Sejumlah Pejabat Negara Mengarah ke Makar

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.