Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kadin Dukung BI Rate Naik, Stabilitas Ekonomi Jadi Taruhan Utama

5 Jumat, 19 Jun 2026, 18:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kadin Dukung BI Rate Naik, Stabilitas Ekonomi Jadi Taruhan Utama Kadin Dukung BI Rate Naik, Stabilitas Ekonomi Jadi Taruhan Utama Doc: ANTARA FOTO/ Muhammad Adimaja
Ket. Ilustrasi-Petugas keamanan melakukan penjagaan di kawasan Gedung Bank Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) mencerminkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan potensi tekanan inflasi di tengah ketidakpastian global.

Kebijakan ini bertujuan meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik sehingga dapat menahan arus keluar modal asing.

Namun, di sisi lain, suku bunga yang lebih tinggi juga berpotensi meningkatkan biaya kredit bagi dunia usaha dan masyarakat, sehingga perlu diimbangi dengan upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi agar tetap berkelanjutan.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai langkah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate merupakan kebijakan yang diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Kami optimistis bisa melewati situasi ini. Tanda-tanda perbaikan sudah mulai terlihat. Kenaikan suku bunga yang dilakukan BI memang ditujukan untuk menjaga stabilitas dan kami mengapresiasi langkah tersebut,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie dalam pernyataan di Jakarta, Jumat (19/6).

Anin, sapaan akrab Anindya, menyampaikan Kadin siap memperkuat sinergi dengan BI hingga tingkat daerah guna mendukung berbagai agenda pembangunan ekonomi.

Dengan jaringan Kadin yang tersebar di 514 kabupaten dan kota serta berbagai asosiasi bisnis, dunia usaha siap berkontribusi dalam peningkatan investasi, ekspor, hilirisasi, dan penguatan UMKM.

Ia menambahkan, pelaku usaha terus berupaya meningkatkan ekspor untuk memperbesar surplus perdagangan dan menambah pasokan devisa. Selain itu, Kadin juga mendorong masuknya investasi asing langsung guna memperkuat kapasitas industri nasional.

“Kami melihat optimisme tetap ada. Tantangan memang besar, tetapi peluang juga terbuka lebar. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, BI, perbankan, dan dunia usaha, Indonesia memiliki modal yang cukup untuk menjaga stabilitas sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ujar Anin.

Sementara itu Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, menegaskan komitmen BI untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan nasional.

Ia menegaskan bahwa BI akan mengerahkan seluruh kebijakan yang dimiliki untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan mendukung berbagai program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Pesan kami sederhana. Pertama, optimistis. Kedua, BI all out menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Ketiga, kami akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, Kementerian Keuangan, dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK),” ujar Perry.

Menurut dia, BI selama ini selalu mengedepankan pendekatan probisnis, tidak hanya kepada industri keuangan dan perbankan, tetapi juga kepada sektor riil.

Dengan dukungan 46 kantor perwakilan yang tersebar di seluruh Indonesia, BI siap memperkuat sinergi dengan Kadin hingga ke daerah untuk menggerakkan investasi, ekspor, industri pengolahan, dan UMKM.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juni 2026.

Suku bunga Deposit Facility juga naik 25 bps menjadi 4,75 persen dan suku bunga Lending Facility naik 25 bps menjadi 6,50 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.