Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

OJK Ungkap Kinerja Industri Asuransi dan Dana Pensiun Tetap Stabil

📅 Rabu, 06 Mei 2026, 16:05 WIB | Oleh:
OJK Ungkap Kinerja Industri Asuransi dan Dana Pensiun Tetap Stabil Doc: Tangkapan Layar YouTube OJK
Ket. Kepala Eksekutif Pengawas PPDP OJK, Ogi Prastomiyono

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan kinerja sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun (PPDP) tetap terjaga hingga Maret 2026. Stabilitas ketiga sektor itu ditopang tingkat solvabilitas industri yang masih kuat.

Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas PPDP OJK, Ogi Prastomiyono, Selasa (5/5) di Jakarta.

“Industri perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun masih cukup tangguh menghadapi dinamika ekonomi,” ujar dia.

Total aset sektor asuransi tercatat mencapai Rp1.195,75 triliun atau tumbuh 4,38 persen secara tahunan. Aset asuransi komersial meningkat menjadi Rp977,53 triliun, meski pertumbuhan premi masih terbatas.

Sementara itu, akumulasi premi hanya tumbuh 0,74 persen menjadi Rp88,36 triliun. Bahkan premi asuransi jiwa mengalami kontraksi, sementara asuransi umum dan reasuransi masih mencatat pertumbuhan.

Dari sisi permodalan, industri asuransi tetap kuat dengan rasio risk-based capital jauh di atas batas minimum. “Hal ini menunjukkan daya tahan perusahaan asuransi masih solid,” kata Ogi.

Meski begitu, OJK menekankan berbagai tantangan yang dihadapi industri-industri tersebut. “Menurut Ogi, saat ini terdapat 16 entitas yang masuk dalam pengawasan khusus sebagai bagian dari mitigasi risiko.

“OJK juga terus memperkuat pengawasan dan mendorong peningkatan kualitas pelaporan,” ujar dia.

Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas industri serta melindungi konsumen.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga. Kondisi ini berlangsung di tengah ketidakpastian ekonomi global pada April 2026.

Menurut dia, situasi global masih dibayangi risiko geopolitik yang belum sepenuhnya mereda. Kesepakatan gencatan senjata Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel belum menenangkan pasar sepenuhnya.

“Meski ada kesepakatan gencatan senjata, penutupan Selat Hormuz masih berlanjut,” ujar dia. Sehingga, lanjut dia, gangguan belum sepenuhnya mereda dan harga minyak tetap volatil.

Meski begitu, OJK terus meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika global yang berkembang. “Ketidakpastian konflik Iran dan AS tetap menjadi perhatian utama pengawasan,” ucap dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pejabat Nge-gim Saat Jam Kerja Sangat Tidak Pantas

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pejabat Nge-gim Saat Jam Ke...

Harga Cabai Rawit Rp73.500/Kg, Telur Ayam Rp29.700/Kg

53 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp73.500/...
Megapolitan
Pemkot Jakarta Timur Perbai...
Nasional
PT Pertamina Patra Niaga Do...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
BMKG: 8 Wilayah di Sulawesi Utara Masih Siaga Tsunami Usai Gempa M7,7

BMKG: 8 Wilayah di Sulawesi Utara Masih Siaga Tsunami Usai Gempa M7,7

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.