Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ASDP Dorong Integrasi Wilayah, Banggai Kian Prospektif

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 00:00 WIB | Oleh:
ASDP Dorong Integrasi Wilayah, Banggai Kian Prospektif Doc: istimewa
Ket. PT ASDP Indonesia Ferry

LUWUK – Luwuk menjadi simpul strategis dalam memperkuat konektivitas antarpulau, terutama bagi kawasan Banggai dan wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Dengan konektivitas yang semakin baik, aktivitas perdagangan, pariwisata, dan layanan publik di kawasan tersebut berpeluang tumbuh lebih cepat sekaligus mempersempit kesenjangan antarwilayah.

Untuk itu, PT ASDP Indonesia Ferry menjadi katalis konektivitas yang mendukung kelancaran mobilitas, distribusi logistik, serta percepatan pembangunan ekonomi di wilayah yang belum memiliki akses transportasi memadai. Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan setiap lintasan yang dioperasikan tidak hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga menggerakkan kehidupan masyarakat yang bergantung pada kelancaran transportasi penyeberangan.

"Cabang Luwuk mencerminkan salah satu wajah utama ASDP sebagai penghubung antarpulau yang menjaga konektivitas hingga kawasan 3T. Di balik setiap lintasan yang kami operasikan, terdapat aktivitas ekonomi, distribusi logistik, layanan pendidikan, kesehatan, hingga kehidupan masyarakat yang terus bergerak," ujar Heru pada acara ASDP Press Tour di Luwuk, Banggai, Sulawesi Tengah, Rabu (22/7).

Heru menambahkan transportasi penyeberangan bukan hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui layanan perintis, lanjutnya, ASDP menghubungkan berbagai kawasan strategis melalui lintasan Luwuk–Banggai, Banggai–Boniton, Banggai–Kaukes, Banggai–Bobong, Banggai–Paisulamo, Paisulamo–Dungkean, Ampana–Wakai, Wakai–Gorontalo, Wakai–Toboli, Ampana–Pasokan, Pasokan–Dolong, hingga Dolong–Marisa.

“Untuk layanan komersial, ASDP mengoperasikan lintasan Pagimana–Gorontalo, Luwuk–Saiyong, dan Kolonodale–Baturube yang berperan penting membuka akses transportasi menuju kawasan kepulauan dan wilayah dengan keterbatasan aksesibilitas,” katanya.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama ASDP, Yosianis Marciano mengatakan bahwa saat ini, ASDP Cabang Luwuk mengoperasikan enam armada, yakni KMP Moinit, KMP Dolosi, yang melayani lintasan komersial. Lalu, ada KMP Tuna Tomini, KMP Teluk Tolo, KMP Cengkih Afo, dan KMP Tanjung Api (parsial juga melayani lintasan komersial), yang melayani lintasan perintis di kawasan Banggai dan sekitarnya.

Koridor Strategis

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, ASDP Cabang Luwuk melayani 109.521 penumpang dan 47.334 kendaraan. Angka tersebut menegaskan peran strategis transportasi penyeberangan dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus menopang aktivitas ekonomi di wilayah kepulauan.

Executive Director ASDP Regional 4, Syamsudin menjelaskan tiga lintasan dengan kontribusi trafik terbesar, yakni Pagimana–Gorontalo, Luwuk–Saiyong, dan Kolonodale–Baturube, menyumbang sekitar 77,10 persen dari total produksi layanan Cabang Luwuk.

“Ketiga lintasan ini menjadi koridor strategis yang mendukung mobilitas masyarakat sekaligus jalur distribusi berbagai komoditas unggulan, seperti hasil perikanan, kopra, kelapa, dan bahan bangunan. Layanan penyeberangan ASDP turut memperkuat konektivitas Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Utara, membuka akses menuju destinasi wisata, memperlancar rantai pasok logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan daerah," jelas Syamsudin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Daerah
Adu Kreatif Kuliner Indones...
Olahraga
Persib Bandung Tumbangkan P...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.