Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenhub Dorong Penguatan Transportasi Massal demi Tekan Subsidi BBM

📅 Kamis, 28 Mei 2026, 21:15 WIB | Oleh:
Kemenhub Dorong Penguatan Transportasi Massal demi Tekan Subsidi BBM Doc: Kemenhub
Ket. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mendorong penguatan transportasi massal perkotaan guna menekan beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang mencapai Rp300 triliun per tahun. Sekaligus mengurangi kemacetan dan polusi di kawasan perkotaan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, mengatakan tingginya biaya transportasi saat ini turut membebani masyarakat. Karena dapat menghabiskan 30 hingga 40 persen pendapatan rumah tangga.

“Sektor transportasi juga menyerap sekitar 90 persen subsidi BBM. Senilai Rp300 triliun per tahun,” kata Aan, Kamis (28/5).

Menurut dia, kondisi tersebut memicu berbagai persoalan, mulai dari tingginya tingkat kemacetan, polusi udara, hingga terbatasnya akses masyarakat. Khususnya terhadap pendidikan dan pekerjaan akibat tingginya biaya mobilitas.

Untuk mengatasi persoalan itu, pemerintah terus mengembangkan Angkutan Umum Massal Perkotaan (AUMP) di 20 kota utama. Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Aan menjelaskan pengembangan transportasi massal memerlukan perencanaan terintegrasi, dukungan pendanaan antara pemerintah pusat dan daerah. Serta tata kelola yang kuat agar mampu menciptakan sistem transportasi yang berkelanjutan dan efisien.

“Pengembangan AUMP diharapkan dapat mengurangi durasi perjalanan, meningkatkan aksesibilitas. Serta memperkuat kawasan perkotaan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi,” ujar dia.

Selain penguatan armada, Kemenhub juga mendukung digitalisasi layanan transportasi daerah melalui aplikasi Mitra Darat, sistem operasional buy the service (BTS), executive dashboard, hingga aplikasi pengawasan standar pelayanan minimal operator bus.

Kemenhub juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Batam dalam memperkuat layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Batam melalui penambahan armada secara bertahap sejak 2024. Pada 2026, jumlah armada Trans Batam bertambah 19 unit sehingga total armada BTS yang beroperasi mencapai 52 unit yang melayani lima koridor strategis menuju Batam Centre.

“Kami juga mengapresiasi penerapan pembayaran non-tunai serta integrasi antarmoda Trans Batam. Termasuk konektivitas menuju Bandara Hang Nadim,” ucap dia.

Ia menilai penguatan transportasi publik menjadi langkah penting dalam menekan beban ekonomi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan energi nasional. “Jika tersedia transportasi publik yang efisien, maka dapat mengurangi beban ekonomi masyarakat akibat tingginya biaya transportasi dan kemacetan,” kata dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.