Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Fakta Pahit MBG: Jawa Kelebihan 7.000 Dapur, Kalimantan Baru Jalan 20%

📅 Kamis, 23 Jul 2026, 23:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Fakta Pahit MBG: Jawa Kelebihan 7.000 Dapur, Kalimantan Baru Jalan 20% Doc: istimewa
Ket. Komisi IX DPR RI Obon menyoroti ketimpangan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) antara Pulau Jawa dan luar Jawa. DPR RI meminta Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan pengembangan dapur MBG dilakukan berdasarkan kebutuhan riil di setiap daerah agar manfaat program dapat dirasakan secara merata

JAKARTA-Anggota Komisi IX DPR RI Obon Tabroni menyoroti ketimpangan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) antara Pulau Jawa dan luar Jawa. Ia meminta Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan pengembangan dapur MBG dilakukan berdasarkan kebutuhan riil di setiap daerah agar manfaat program dapat dirasakan secara merata.

Hal itu disampaikan Obon usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (22/7). Menurutnya, cakupan penerima manfaat MBG di Palangka Raya masih jauh dari optimal karena jumlah dapur yang beroperasi belum mencukupi.

“BGN, ada beberapa dapur yang masih menjadi persoalan karena belum dibuka. Tadi baru sekitar 20 persen lebih penerima manfaat. Nah, jumlahnya masih banyak yang harus dilayani,” ujar Obon dikutip dari laman resmi DPR RI

Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan masih adanya ketimpangan pelaksanaan MBG antara wilayah di Pulau Jawa dan luar Jawa, khususnya Kalimantan. Karena itu, pemerataan layanan harus menjadi perhatian utama dalam pengembangan program.

“Jadi memang ada ketimpangan antara Jawa dengan luar Jawa, terutama di Kalimantan. Ini tidak usah bicara Kalimantan secara luas, Palangka Raya saja. Kalau Palangka Raya saja bermasalah, bagaimana dengan daerah-daerah lain?” katanya.

Obon mengingatkan agar kelebihan jumlah dapur operasional di sejumlah wilayah di Pulau Jawa tidak dijadikan alasan untuk menghentikan pembangunan dapur di daerah yang masih kekurangan. Menurutnya, perencanaan MBG harus mempertimbangkan jumlah sasaran penerima manfaat di masing-masing daerah.

“Di Jawa, dapur operasional, tetapi jangan disamaratakan. Karena jumlah dapurnya, kalau tidak salah, kelebihan operasional sekitar 7 ribuan. Kalau disisir, jangan-jangan hanya di Jawa. Di daerah lain kan kurang,” ujarnya.

Obon menegaskan, surplus kapasitas di satu wilayah tidak boleh menghambat pemenuhan kebutuhan di wilayah lain. Ia meminta BGN menjadikan kondisi tersebut sebagai bahan evaluasi agar distribusi dapur MBG lebih proporsional dan berkeadilan.

“Nah, jangan begitu ada kelebihan 7 ribu, maka programnya dihentikan. Yang sudah penuh, ya sudah penuh. Tetapi daerah lain bagaimana? Ini ada bentuk ketidakseimbangan. Ada yang kelebihan di Jawa, sementara di sini malah kekurangan,” tegasnya.

Ia menambahkan, berbagai masukan yang diperoleh dari Pemerintah Kota Palangka Raya akan menjadi bahan pembahasan Komisi IX DPR RI bersama instansi terkait. Dengan demikian, evaluasi pelaksanaan MBG dapat menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

“Masukan-masukan tadi merupakan masukan yang konkret dari pemerintah kota. Kami di Komisi IX, dalam rapat dengar pendapat dengan instansi terkait, akan menyampaikan ini semua,” pungkasnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.