Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hanya Orang-orang Kaya yang Bisa Menikmati 'The Odyssey' Versi Asli Christopher Nolan di Teater IMAX 70mm

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 00:01 WIB | Oleh:
Hanya Orang-orang Kaya yang Bisa Menikmati 'The Odyssey' Versi Asli Christopher Nolan di Teater IMAX 70mm Doc: Istimewa
Ket. Dalam perkiraan kasar, total biaya yang harus disiapkan berkisar 12 juta hingga 22 juta rupiah hanya untuk menonton satu film.

Film terbaru Christopher Nolan, The Odyssey, diprediksi menjadi salah satu pengalaman menonton paling eksklusif dalam sejarah perfilman modern. Bukan karena harga tiketnya saja, melainkan karena untuk menikmati film ini dalam format terbaik—IMAX 70mm penuh—banyak penggemar harus mengeluarkan biaya hingga jutaan bahkan puluhan juta rupiah.

The Odyssey menjadi film layar lebar pertama yang direkam sepenuhnya menggunakan kamera IMAX film 70mm generasi terbaru. Artinya, kualitas gambar maksimal hanya bisa dinikmati di bioskop yang masih memiliki proyektor IMAX 15/70 asli. 

Saat ini, hanya 41 bioskop di dunia yang mampu memutar film tersebut dalam format penuh itu. Sebagian besar berada di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan Eropa. Di kawasan Asia-Pasifik, hanya IMAX Melbourne, Australia, yang menjadi lokasi pemutaran IMAX 70mm.

Bagi penonton Indonesia, pilihan terdekat praktis hanya terbang ke Melbourne, Australia. Alternatif berikutnya adalah Praha, Republik Ceko, atau kota-kota di Inggris dan Amerika Utara karena tidak ada bioskop IMAX 70mm komersial di Asia lainnya.

Jika dihitung secara kasar, biaya perjalanan ke Melbourne selama tiga hari dua malam bisa mencapai:

Tiket pesawat pulang-pergi Jakarta–Melbourne: 8–15 juta rupiah.

Hotel dua malam: 2–4 juta rupiah.

Makan, transportasi lokal, dan kebutuhan lain: 1–2 juta rupiah.

Tiket IMAX 70mm: sekitar AUD47 atau sekitar 500 ribu rupiah, sedangkan kursi premium mencapai AUD70 atau sekitar 750 ribu rupiah.

Dengan demikian, total biaya yang harus disiapkan berkisar 12 juta hingga 22 juta rupiah hanya untuk menonton satu film.

Itu pun belum tentu cukup. Tingginya antusiasme membuat tiket IMAX 70mm di berbagai negara ludes dalam hitungan menit. Banyak jadwal terjual habis berminggu-minggu sebelum penayangan sehingga sebagian penggemar terpaksa membeli tiket dari reseller dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga resmi. Di sejumlah forum penggemar, kelangkaan tiket bahkan menjadi keluhan utama sejak penjualan dibuka.

Lalu mengapa Indonesia tidak bisa memutar The Odyssey dalam format penuh, padahal memiliki IMAX Keong Mas?

Jawabannya terletak pada teknologi. Keong Mas memang menggunakan layar IMAX berukuran besar, tetapi bukan bioskop IMAX 15/70 komersial yang dilengkapi proyektor film IMAX 70mm modern beserta sistem distribusi film Hollywood. Teater tersebut sejak lama difungsikan sebagai wahana edukasi dan kini menggunakan sistem proyeksi digital untuk film-film dokumenter dan konten khusus, sehingga tidak memiliki fasilitas maupun lisensi untuk memutar film layar lebar seperti The Odyssey dalam format IMAX 70mm.

Kelangkaan proyektor juga menjadi penyebab utama. IMAX mengungkapkan bahwa proyektor IMAX 70mm sudah tidak diproduksi lagi selama puluhan tahun. Unit yang masih beroperasi saat ini merupakan hasil restorasi, sementara teknisi dan proyeksionis yang mampu mengoperasikannya juga sangat sedikit. Kondisi inilah yang membuat hanya 41 bioskop di seluruh dunia mampu menghadirkan pengalaman menonton sesuai visi Christopher Nolan. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Nasional
Status Bandara IKN  Bakal D...
Nasional
TNI Salurkan 695,17 Ton Ban...
Nasional
3 Juta Orang Terpapar Asap ...
Luar Negeri
Serangan Udara Militer Hant...
Luar Negeri
Tiga Terluka dalam Puluhan ...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.