Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkeu: Anggaran Universitas Republik Indonesia Masih Dikaji

📅 Kamis, 23 Jul 2026, 17:00 WIB | Oleh:
Menkeu: Anggaran Universitas Republik Indonesia Masih Dikaji Doc: RRI/Afriani Respati
Ket. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan skema pendanaan Universitas Republik Indonesia (URI) masih dalam tahap pembahasan pemerintah. Ia menyebut pembiayaan lembaga pendidikan tersebut kemungkinan akan berkaitan dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

"Pemerintah masih mengkaji skema pendanaannya. Saya enggak tahu, nanti akan saya cek lagi, kalau enggak salah ada hubungan dengan Kementerian Dikti Saintek," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7).

Saat ditanya apakah pendanaan URI sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Purbaya belum memberikan kepastian. "Nanti kita lihat," ucap dia.

Sementara itu Presiden Prabowo disebut memberi perhatian besar terhadap penguatan pendidikan berbasis sains dan teknologi. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kemandirian nasional.

"Pak Presiden fokus mengedepankan universitas yang berbasis pada STEM, yaitu Science, Technology, Engineering, and Mathematics. Dengan demikian bangsa ini akan menguasai teknologi sendiri," kata Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto.

Aris mengungkapkan pengembangan pendidikan tinggi juga telah dibahas bersama para rektor perguruan tinggi negeri. Pembahasan tersebut diarahkan untuk memperkuat penguasaan teknologi agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi negara lain.

"Kemarin saya baru diskusi dengan 20 rektor PTN. Salah satunya membahas bagaimana memajukan teknologi di Indonesia supaya kita menjadi bangsa yang mandiri dan tidak menjadi pasar bangsa lain," ujar dia.

Aris mengatakan URI tidak hanya akan berfokus pada bidang STEM. Pemerintah juga mempertimbangkan penguatan program studi lain, termasuk bidang kesehatan dan kedokteran yang masih membutuhkan banyak tenaga profesional.

"Kesehatan dan kedokteran juga harus ditingkatkan karena masih sangat kurang. Itu nanti juga menjadi bagian yang akan diperhatikan," kata Aris. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Luar Negeri
Selat Hormuz Makin Tegang, ...
Advertisement
Indonesia Berpotensi Digugat ke Mahkamah Internasional Jika Gagal Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan

Indonesia Berpotensi Digugat ke Mahkamah Internasional Jika Gagal Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.