Jepang Ciptakan 'Kulkas Manusia' untuk Hadapi Gelombang Panas, Dapat Dinginkan Tubuh dalam 10 Menit
📅 Kamis, 23 Jul 2026, 08:44 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo STOKYO – Gelombang panas yang semakin ekstrem mendorong lahirnya inovasi unik di Jepang. Sebuah perusahaan memperkenalkan Do Hiemon, bilik pendingin yang dijuluki "kulkas manusia", yang dirancang untuk menurunkan suhu tubuh seseorang hanya dalam waktu sekitar 10 menit.
Dari The Guardian, bilik setinggi sekitar 2,1 meter ini bekerja dengan mendinginkan ruangan hingga 15 derajat Celsius, kemudian menghembuskan udara bersuhu 5 derajat Celsius ke bagian kepala, leher, bahu, dan punggung pengguna. Area-area tersebut merupakan titik penting untuk membantu tubuh melepaskan panas lebih cepat.
Pengembangnya mengklaim metode ini lebih efektif dibanding hanya menggunakan kipas angin atau pendingin ruangan biasa, terutama bagi orang yang mengalami gejala awal kelelahan akibat panas atau heat stress.
Peluncuran Do Hiemon terjadi ketika Jepang dilanda musim panas yang sangat berat. Badan Meteorologi Jepang bahkan mencatat sejumlah wilayah menembus 40 derajat Celsius, sehingga mengeluarkan peringatan "kokushobi" atau hari dengan panas ekstrem.
Tidak seperti kulkas rumah tangga, perangkat ini bukan ditujukan untuk penggunaan sehari-hari di rumah. Sasaran utamanya adalah pabrik, gudang, lokasi konstruksi, dan area kerja luar ruangan, tempat pekerja menghadapi risiko tinggi terkena serangan panas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, pengembang juga mengusulkan agar bilik pendingin ditempatkan di ruang publik seperti stasiun, taman, atau lokasi acara besar sebagai tempat darurat bagi warga yang mulai mengalami gejala heatstroke.
Meski harganya mencapai sekitar 1,5 juta yen, atau setara lebih dari 160 juta rupiah, biaya operasionalnya diklaim sangat rendah, hanya beberapa sen per jam.
Didukung Tren Kenaikan Heatstroke
Sebaiknya Anda baca juga:
Inovasi ini muncul di tengah meningkatnya jumlah korban heatstroke di Jepang. Data pemerintah Jepang menunjukkan setiap musim panas puluhan ribu orang harus dilarikan ke rumah sakit akibat suhu ekstrem, dengan kelompok lansia menjadi yang paling rentan.
Karena itu, pemerintah Jepang terus mendorong berbagai langkah mitigasi, mulai dari penyediaan ruang pendingin umum, penggunaan pakaian berteknologi pendingin, hingga pengembangan perangkat inovatif seperti Do Hiemon.
Para ahli kesehatan sendiri mengingatkan bahwa bilik pendingin bukan solusi utama menghadapi perubahan iklim. Mereka menegaskan cara terbaik mencegah heatstroke tetap dengan menjaga tubuh tetap terhidrasi, menghindari aktivitas berat saat suhu puncak, serta memperluas upaya mengurangi emisi gas rumah kaca agar gelombang panas ekstrem tidak semakin sering terjadi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!