Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transformasi Hijau IKM Dipercepat Demi Daya Saing Global

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Transformasi Hijau IKM Dipercepat Demi Daya Saing Global Doc: istimewa
Ket. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempercepat transformasi sektor manufaktur menuju industri yang berkelanjutan dan berdaya saing global dengan memastikan implementasinya tidak hanya menyasar industri besar, tetapi juga menjangkau jutaan pelaku industri kecil dan menengah (IKM). Langkah ini diharapkan dapat memperkuat daya saing industri nasional secara lebih inklusif dan merata.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan keberlanjutan kini menjadi faktor utama daya saing industri global, sehingga transformasi menuju industri hijau merupakan kebutuhan strategis, termasuk bagi IKM. "Konsumen dan pelaku usaha global kini semakin memperhatikan aspek keberlanjutan dalam setiap rantai pasoknya. Oleh karena itu, transformasi menuju industri hijau bukan lagi sekadar pilihan, melainkan menjadi kebutuhan strategis bagi pelaku industri nasional, termasuk pelaku IKM," ujarnya di Jakarta, Kamis (23/7).

Untuk itu, lanjutnya, Kemenperin berkomitmen mendorong transformasi yang inklusif melalui pendampingan, penguatan kapasitas, dan kolaborasi. Hal itu dimaksudkan agar seluruh pelaku industri dapat menerapkan praktik usaha yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

"Transformasi menuju industri hijau perlu diwujudkan melalui langkah nyata di tingkat perusahaan dengan menerapkan praktik usaha yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Transformasi ini tidak boleh hanya menjadi peluang bagi industri besar, tetapi juga harus dapat diakses oleh jutaan IKM di seluruh Indonesia," tegas Menperin.

“Role Model”

Kementerian Perindustrian melalui Ditjen IKMA meluncurkan Program Pemberdayaan IKM Hijau 2026 untuk mempercepat transformasi jutaan IKM menuju praktik usaha yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Program ini mengusung konsep HIJAU (Hemat, Inovatif, Jejaring, Adaptif, Unggul), disertai panduan praktis dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan guna meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar dan pembiayaan hijau, serta memperkuat posisi IKM Indonesia dalam rantai pasok nasional maupun global.

"Diharapkan akan lahir pelaku IKM yang menerapkan aktivitas hijau di dalam usahanya, sekaligus menciptakan role model yang dapat menjadi inspirasi, contoh praktik baik, dan penggerak transformasi bagi IKM lainnya di berbagai daerah di Indonesia," kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita dalam sambutannya pada peluncuran Program Pemberdayaan IKM Hijau di Jakarta, Kamis (23/7).

Sementara itu, Sekretaris Ditjen IKMA Yedi Sabaryadi menyatakan Program Pemberdayaan IKM Hijau 2026 dirancang berdasarkan kebutuhan IKM akan panduan transformasi yang sederhana, bertahap, dan terdokumentasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Final Asean Cup Bakal Meled...
Megapolitan
Boleh Juga Jalan-jalan ke K...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.